Logo Harian.news

Gerakan Literasi Lapas: Fraksi NasDem Hibahkan Ribuan Buku ke Cipinang

Editor : Andi Awal Tjoheng Kamis, 04 Juni 2026 22:58
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menyerahkan secara simbolis hibah 1.170 buku kepada Kepala Lapas Cipinang Wachid Wibowo di hadapan warga binaan, Kamis (4/6/2026). Acara ini dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto ||(dok_fraksinasdem)
Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menyerahkan secara simbolis hibah 1.170 buku kepada Kepala Lapas Cipinang Wachid Wibowo di hadapan warga binaan, Kamis (4/6/2026). Acara ini dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto ||(dok_fraksinasdem)

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Fraksi Partai NasDem mengambil langkah konkret membangun budaya literasi di lingkungan pemasyarakatan. Sebanyak 1.170 buku diserahkan sebagai hibah kepada warga binaan Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (4/6/2026).

Penyerahan secara simbolis dilakukan Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya kepada Kepala Lapas Cipinang Wachid Wibowo. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Baca Juga : Anggota DPR: Korupsi Izin Tinggal WNA Ancam Kedaulatan Indonesia

Willy menegaskan bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan merupakan hak fundamental setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

“Mereka yang ada di dalam lapas adalah warga negara juga. Adalah saudara kita sebagai sesama manusia. Mereka tetap punya hak untuk mengakses ilmu dan pengetahuan,” tegas Willy di hadapan warga binaan.

Hibah buku ini merupakan realisasi komitmen Fraksi NasDem yang disampaikan saat menggelar buka puasa bersama warga binaan pada Ramadan lalu. Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari refleksi temuan Panitia Kerja (Panja) Pemasyarakatan Komisi XIII DPR RI.

Baca Juga : NasDem: Jawaban Pemprov Sulsel Tuntas! Fatmawati Rusdi Lugas & Clear!

Ketua Komisi XIII DPR RI itu memandang literasi sebagai sarana produktif bagi warga binaan dalam memanfaatkan waktu selama menjalani masa pidana. Lebih dari itu, literasi menjadi bagian dari proses pembinaan yang lebih humanis.

Willy mengingatkan sejarah mencatat sejumlah tokoh dunia justru melahirkan karya-karya monumental dari balik jeruji penjara. “Orang seperti Tan Malaka, Nelson Mandela, Buya Hamka, Pramoedya Ananta Toer, justru melahirkan karya-karya monumentalnya dari balik jeruji penjara,” ujarnya memberikan motivasi.

Menurut Willy, kehidupan di dalam lapas tidak hanya diwarnai persoalan pelanggaran dan keamanan, tetapi juga terdapat kebutuhan nyata terhadap akses pengetahuan dan pengembangan kapasitas diri warga binaan.

“Melalui aksi yang menjadi bagian dari gerakan literasi ini kita bisa berharap terwujudnya lapas yang humanis dan kreatif,” tuturnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda