Logo Harian.news

GOTO Rencana Bakal Lakukan Buyback Saham dengan Modal Rp 3,14 Triliun

Editor : Redaksi II Rabu, 20 Maret 2024 21:55
Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: UMS)
Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: UMS)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan melakukan optimalisasi pemanfaatan modal melalui skema pembelian kembali saham atau buyback saham GOTO. Rencana saham tersebut akan melibatkan sebesar USD200 juta dana atau setara dengan Rp3,14 triliun (kurs: Rp15.711).

“Seiring perbaikan profitabilitas dan arus kas, Perseroan akan mengoptimalisasi pemanfaatan modalnya sejalan dengan rencana alokasi modal yang baru disusun. Rencana ini mencakup inisiatif pembelian kembali saham Perseroan (share buyback) sebanyak-banyaknya USD200 juta,” ucap Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo dalam keterangan resmi dikutip, 20 Maret 2024.

Lebih lanjut, ia menyampaikan jika, realisasi aksi buyback saham GOTO tersebut masih akan menunggu persetujuan dari regulator maupun pemegang saham yang akan diajukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Baca Juga : Gojek Percepat Digitalisasi UMKM Kuliner Makassar Lewat Inisiatif “Maju Bersama GoFood”

Nantinya, dewan komisaris dan direksi GOTO akan melakukan peninjauan secara berkala terhadap rencana pembelian kembali tersebut dan mungkin melakukan perubahan atau penyesuaian apabila diperlukan.

“Informasi lebih detail atas rencana pembelian saham kembali tersebut akan disampaikan kepada seluruh pemegang saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

Adapun, GOTO baru saja mengumumkan kinerja keuangannya untuk tahun 2023, yang mencatatkan pendapatan bersih sebanyak Rp14,78 triliun atau meningkat sebesar 30,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp11,34 triliun.

Baca Juga : Menaker Janji THR Ojol Diberikan Paling Lambat 7 Hari sebelum Lebaran 2025

Selain itu, GOTO juga mampu mencatat penurunan rugi usaha di sepanjang tahun 2023 sebesar 66,11 persen menjadi Rp10,27 triliun dari Rp30,32 triliun di tahun sebelumnya.

Namun, rugi bersih GOTO justru mengalami pembengkakan yang melonjak 128,44 persen menjadi Rp90,39 triliun di 2023 dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp39,57 triliun.

Rugi tersebut disebabkan oleh pencatatan pembalikan nilai goodwill senilai minus Rp78,76 triliun yang merupakan dampak dari transaksi Tokopedia dan TikTok.

Baca Juga : IHSG Melemah di Penghujung 2024, Saham Transportasi dan Logistik Ikut Ambruk

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda