Logo Harian.news

Groundbreaking Molor, Ternyata Nilai Investasi PSEL Kota Makassar Rp 3,1 Triliun

Editor : Rasdianah Selasa, 09 Juli 2024 22:34
Suasana Pemaparan Studi Kelayakan PSEL Makassar, foto: HN/Sinta
Suasana Pemaparan Studi Kelayakan PSEL Makassar, foto: HN/Sinta

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Proyek pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar diyakini mengalami molor dari target. Hal ini terungkap dalam rapat pemaparan PSEL di hotel Best Western, di Kota Makassar, Selasa (9/7/2024).

Namun Berapa nilai investasi dari proyek strategis nasional (PSN) ini?

Untuk diketahui, PT Sarana Utama Synergy (SUS) gelontorkan Rp 3,1 triliun sebagai nilai investasi pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar.

Baca Juga : Investasi Senilai Rp 3,1 Triliun, Begini Kapasitas Listrik yang Bakal Dihasilkan Proyek PSEL Makassar

Tim Penilai PSEL, Iksan Latif mengatakan, pemenang tender proyek strategis nasional (PSN) itu, awalnya menggelontorkan dana investasi senilai Rp 2,4 triliun, kemudian dinaikkan menjadi Rp 3,1 triliun.

“Investasi naik dari Rp2,4 triliun menjadi Rp3,1 triliun,” ujarnya, Selasa (9/7/2024).

Iksan menjelaskan, kenaikan investasi ini dikarenakan penambahan pekerjaan serta diikuti dengan inflasi dan biaya suku bunga yang ada saat ini.

Baca Juga : 2024, DLH Makassar Perkuat Program Strategis Penataan Sistem Persampahan

Iksan menjelaskan jika seluruh investasi tersebut murni langsung dari PT SUS, tanpa campur tangan dari Pemerintah Kota Makassar.

Pemkot Makassar dalam hal ini hanya menyiapkan lahan seluas 31 hektare di TPA Tamangapa untuk pemanfaatan.

“Sampah yang plastik, yang ada nilai jualnya diserahkan ke Pemkot untuk dijual, yang tidak layak, dibawa ke PLTSa (Pembangkit listrik tenaga sampah),” jelasnya.

Baca Juga : Groundbreaking Molor, Bagaimana Nasib Proyek PSEL Kota Makassar?

“Jadi selama 10 tahun ke depan, TPA Tamangapa akan bersih menjadi sebuah taman,” ujar Iksan.

Sementara itu, salah satu rekan Konsultan PT SUS Ramdan menjelaslan, dalam total nilai investasi tersebut ada rencana belanja modal, di antaranya terdapat biasa Rp 2.4 triliun dengan presentasi 77,03%.

“Biaya konstruksi lainnya, Rp 296.5 miliar dengan presentasi 9,34%, ada juga pendanaan DSRA atau dengan biaya total sebanyak Rp 111.77 miliar presentasi 3,5%,” lanjutnya.

Baca Juga : Sempat Bemasalah, DLH Klaim Telah Amankan 31 Lahan untuk Lokasi Pembangunan Proyek PSEL

PENULIS: NURSINTA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda