Ketiganya terdiam.
Obrolan yang awalnya ringan berubah jadi renungan.
Baca Juga : Polemik Haji 2026 : Kebijakan Ada Tapi Ketenangan Jemaah Masih Dipertanyakan
Di tengah hiruk pikuk “war”, ada satu hal yang tak boleh hilang:
makna dari perjalanan itu sendiri.
Mas Bro akhirnya menutup pembicaraan,
“Kalau harus memilih… antara cepat dan tepat, lebih baik tepat.”
Om Haria mengangguk.
Deng Kio tersenyum.
Baca Juga : Dari 48 ke 26 Tahun: Reformasi Antrean Haji Indonesia
Dan Daeng La’lang… sudah sibuk pesan kopi lagi. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

