Logo Harian.news

Hakekat Parlemen dan Keharusan untuk Bisa Berbicara

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 11 Mei 2026 20:58
Mustamin Raga ||dok_mustamin raga
Mustamin Raga ||dok_mustamin raga

Seorang anggota parlemen harus mampu menjelaskan.

Harus mampu menyanggah.
Harus mampu mempertanyakan.
Harus mampu membela. Dan kadang harus mampu menolak dengan keberanian yang utuh. Sebab demokrasi tidak tumbuh dari kebisuan.

Ia tumbuh dari keberanian menyatakan pikiran.
Bayangkan jika sebuah sidang dipenuhi orang-orang yang takut bicara. Maka ruang sidang hanya menjadi formalitas administratif. Tak ada dialektika. Tak ada pengawasan. Tak ada koreksi. Yang tersisa hanyalah ketukan palu tanpa makna.

Baca Juga : Air: Dari Energi Hingga Amanah 

Dan bangsa yang besar tidak pernah lahir dari parlemen yang sunyi.

Dalam sejarah dunia, banyak perubahan besar justru dimulai dari pidato-pidato yang mengguncang ruang sidang. Kata-kata mampu menjatuhkan tirani, menghentikan perang, membela kaum kecil, bahkan mengubah arah sejarah.

Karena kata bukan sekadar bunyi. Ia adalah tenaga.
Ia bisa menjadi cahaya, tetapi juga bisa menjadi racun. Maka seorang parlementer dituntut bukan hanya mampu bicara, tetapi juga mampu berpikir sebelum bicara. Sebab ucapan anggota parlemen bukan lagi milik pribadi. Ia bisa memengaruhi opini publik, pasar, birokrasi, bahkan stabilitas sosial. Di situlah pentingnya kualitas intelektual seorang anggota parlemen.

Baca Juga : Menepis Skeptisisme; DPR Hadir Memberi Keadilan Untuk Rakyat

Berbicara di depan sidang bukan soal kerasnya suara.
Bukan soal panjangnya pidato.
Bukan pula soal kemahiran memainkan emosi.
Tetapi tentang kemampuan menghadirkan argumentasi yang sehat, logika yang jernih, data yang kuat, dan keberpihakan moral yang jelas.

Parlementer yang baik tidak sekadar pandai bicara. Ia tahu kapan harus bicara dan kapan harus mendengar.

Sebab parlemen bukan panggung ego.
Ia adalah ruang memperjuangkan kepentingan publik.

Baca Juga : Jusuf Kalla, “Siri’na Mangkasara”: Saat Lugas Menjadi Sikap dan Diam Bukan Pilihan

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : MUSTAMIN RAGA

Follow Social Media Kami

KomentarAnda