HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kepala Dinas Sosial Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, menyampaikan makna mendalam di balik peringatan ke-78 Hari Korban 40.000 Jiwa Rakyat Sulawesi yang diperingati setiap tanggal 11 Desember.
Menurutnya, momentum ini bukan sekadar mengenang sejarah kelam akibat pembantaian massal yang dilakukan oleh pasukan Belanda pada 1946-1947, melainkan juga refleksi atas nilai pengorbanan rakyat Sulawesi demi kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga : Dinsos Ungkap Kondisi Darurat: 2 RS ODGJ di Makassar Over Kapasitas
“Tragedi ini mengajarkan kita tentang harga mahal yang harus dibayar demi kebebasan bangsa. Ini adalah warisan sejarah yang wajib kita jaga dan hargai,” ujar drg. Ita saat menghadiri upacara peringatan di Taman Makam Pahlawan Makassar.
Ia menambahkan bahwa peringatan ini juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menjaga semangat persatuan dan kebangsaan.
“Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan mereka, bukan dengan senjata, tetapi dengan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa,” lanjutnya.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Dalam acara peringatan tersebut, doa bersama dan tabur bunga dilakukan untuk menghormati para korban.
Dinas Sosial Makassar juga menggelar kegiatan edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar, tentang sejarah peristiwa ini agar tidak dilupakan oleh waktu.
“Semangat dan pengorbanan rakyat Sulawesi harus menjadi teladan bagi kita semua untuk terus memperjuangkan keadilan, kebenaran, dan kemakmuran bangsa,” tutup Ita.
Baca Juga : Pengemis dengan Penghasilan Fantastis di Makassar
Hari Korban 40.000 Jiwa menjadi pengingat abadi akan perjuangan dan harga kebebasan yang telah diraih dengan darah dan air mata, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk melanjutkan cita-cita kemerdekaan.
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

