MAKASSAR,HARIAN.NEWS – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulsel tengah mencium sejumlah sekolah melakukan aksi pungutan liar (pungli) bermoduskan sumbangan sukarela bagi para murid SMA dan SMK yang baru memulai masuk ke sekolah.
Keluhan itu diterima oleh Kepala Disdik Sulsel, Iqbal Najamuddin bahwa oknum kepala sekolah di sekolah favorit atau unggulan menerima sogokan dari orang tua muridnya.
“Sementara kita dalami laporan-laporan yang masuk terkait dengan sekolah-sekolah yang dilaporkan,” kata Iqbal belum lama ini kepala Harian.news
Baca Juga : Munafri Arifuddin: Hari Ini Makassar Posisi Siaga
Laporan itu berdasarkan laporan yang berasal dari perilaku komite sekolah-sekolah unggulan yang notabene manjadi pilihan utama para orang tua murid ketika musim penerimaan siswa baru.
“Jadi kita sudah menyampaikan surat edaran terkait penegasan tugas dan fungsi komite sekolah berdasarkan Permendikbud nomor 75,” tambahnya.
Diketahui, sejak Undang-undang nomor 23 tahun 2014 terkait SMS dan SMK sederajat telah menjadi wewenang Pemerintah Provinsi mengatakan jika penghapusan beban biaya (sumbangan) ke murid ditiadakan.
Baca Juga : Kolaborasi Internasional, Makassar Tetapkan Langkah Menuju Kota Nol Karbon
Namun kenyataannya, Pemprov Sulsel masih saja menemukan laporan tentang sejumlah oknum kepala sekolah terus meminta sejumlah uang bermoduskan sumbangan sukarela.
“Hanya memang kita berencana akan merumuskan kebijakan terkait persoalan pungli di sekolah,” aku Iqbal
Iqbal mengaku telah mengantongi nama-nama sekolah unggulan yang selama ini melakukan pungutan liar seperti yang di keluhkan oleh orang tua murid.
Baca Juga : Perempuan Wajib Nonton! Film Penerbangan Terakhir Angkat Isu Love Bombing dan Manipulatif
“Ada beberapa. Sekolah-sekolah yang selama ini dianggap baik prestasinya (unggulan),” Sebutnya.
Sebelumnya. Iqbal Najamuddin mengancam oknum kepala sekolah untuk di copot dari jabatan kepala sekolah jika hal ini terus dilakukan tanpa melihat aturan larangan memungut uang bermoduskan sumbangan sukarela.
Informasi yang dikumpulkan HARIAN.NEWS setiap musim ajaran baru di SMA/SMK sekolah unggulan tersebut dikabarkan harus membayar mahal jika ingin mendapatkan kursi bagi murid yang memilih sekolah unggulan tersebut.
Baca Juga : Sidak di MGC, Munafri Tegur Pegawai Santai Merokok Saat Jam Kerja
Tak tanggung-tanggung informasinya, harga per-murid yang akan bersekolah di sekolah unggulan tersebut mencapai jutaan rupiah bahkan belasan juta rupiah jika ingin bergabung ke sekolah tersebut.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
