Logo Harian.news

Hebat, Sukses Bahas Sistem Kehumasan di Kampus, WD 3 Sastra UMI Ini Dapat Gelar Doktor Dari Kampus UGM

Editor : Muh Yusuf Yahya Selasa, 16 Januari 2024 09:42
Hebat, Sukses Bahas Sistem Kehumasan di Kampus, WD 3 Sastra UMI Ini Dapat Gelar Doktor Dari Kampus UGM

 

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dosen tetap Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Abdul Majid,
berhasil meraih gelar doktor-nya di Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM).

Abdul Majid sukses mempertahankan disertasi-nya yang berjudul ‘Kemampuan Adaptif Sistem Humas Perguruan Tinggi di Indonesia’.

Baca Juga : Munafri Arifuddin: Hari Ini Makassar Posisi Siaga

“Dengan Studi Komparatif Tata Kelola dan Retorika Humas Pada Perguruan Tinggi Unhas, UINAM dan UMI Makassar,” kata Majid di ruang Prodi S3 Ilmu Komunikasi BA lantai 5 FISIPOL UGM, Senin (15/1/2024) kemarin.

Majid sekaligus Wakil Dekan 3 bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Sastra UMI itu berhasil menyelesaikan studinya selama 3,5 tahun atau 7 semester. Ia Mempresentasikan disertasi-nya dengan alot dihadapan 9 Majelis Penguji pada sidang tertutup.

Mantan ketua Prodi Ilkom UMI ini menyampaikan bahwa UPR (University Publc Relations) atau Humas universitas dalam perspektif sistemik itu berbeda dengan GPR dan CPR yang dominan digunakan dalam perguruan tinggi.

Baca Juga : Kolaborasi Internasional, Makassar Tetapkan Langkah Menuju Kota Nol Karbon

“Humas sebagai sistem reputasi berbeda ketika menginduk pada universitas yang ekspresinya adalah sistem sains, Humas harus merefleksikan dirinya menjadi mengkomunikasikan sains,” terangnya.

Menurutnya, Studi Humas Universitas menemukan variasi sistem pada ekosistem budaya organisasi dan komplekistas lingkungan yang dihadapi dan ekspresi tata kelola dan retorika PT sangat penting. Mengingat jumlah PT di Indonesia mencapai 4.425 PT dan 43.386 Prodi (DATA PDDIKTI tahun 2024), dan semua mengejar reputasi dan memiliki karakter budaya.

“Praktik tata Kelola belum komprehensif dan retorika Humas di bidang inovasi banyak yang tertutupi dengan entitas yang lain seperti ekonomi bahkan politik yang bisa dilacak narasi yang ditampilkan di medianya,” bebernya.

Baca Juga : Perempuan Wajib Nonton! Film Penerbangan Terakhir Angkat Isu Love Bombing dan Manipulatif

Humas PT harus ladaptif mendeteksi problem lingkungan PT yang kian kompleksi dan memaknai problemnya dengan sistemik. Selanjutnya, merespon tekanan lingkungan itu dalam ekspresi tata kelola yang posisinioning dan komprehensif. Lebih lanjut respon adaptif dengan ekspresi retorika sains yang ditampilkan dengan narasi media internal baik website, media sosial atau majalah secara berkelanjutan.

Majid berharap bahwa praktik Humas PT didorong secara bersama baik oleh pimpinan dan tim agar menjadi pendelegasian keilmuan bukan hanya pada reputasi kelembagaan dan ketokohan saja yang cenderung mengejar branding dan viralitas saja.

“Namun tidak menyentuh isu sains sesuai kode perguruan tinggi benar salah berdasarkan metodologi,” sambungnya.

Baca Juga : Sidak di MGC, Munafri Tegur Pegawai Santai Merokok Saat Jam Kerja

Selain itu, dengan memperkuat sub sistem organisasi antara Humas universitas dan relasi dengan unit fakultas akan mendorong perubahan inovasi dan narsisme di bidang sains guna memperoleh peringkat universitas berkelas dunia.

Promosi doktor ini dihadiri ketua penguji Wawan Mas’udi yang juga Dekan FISIPOL UGM, Prof Hermin Indah Wahyuni, selaku Promotor, Prof Ana Nadya Abrar, Co Promotor, Prof. Nunung Prajarto, penguji juga selaku ketua Program Doktor Ilkom UGM, Dr. Muhammad Sulhan, Penguji, Dr. Suko Widodo Penguji eksternal dari UNAIR yang juga praktisi bidang kehumasan PT , Prof. Wahyudi Kumorotomo, selaku penilai 1 Dr. Budi Irawanto Penilai 2 dan Dr. Rahayu. Penilai.3. dan sebelum Sidang tertutup berakhir Ketua Penguji mengucapakan selamat dan Promovendus dinyatakan Lulus.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda