HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) film lokal Uang Passolo di Cinepolis Mall Phinisi Point (PiPo) Makassar, Minggu malam (18/1/2026).
Kegiatan nobar yang digelar bersama Makassar Harley Davidson Club (MHDC) dan tim media tersebut berlangsung di Studio VIP II Cinepolis mulai pukul 20.30 WITA hingga film usai.
IAS nobar Uang Passolo, Minggu (18/1). (Dok. Tim Media)
Baca Juga : Ilham Arief Sirajuddin Dilantik Ketua PORDI Sulsel, Pemkot Makassar Siap Beri Dukungan
IAS tampak duduk di deretan tengah studio, mengenakan kaus MHDC, dan mengikuti jalannya film hingga akhir pemutaran.
Turut mendampingi IAS, putra pertamanya Amirul Yamin yang akrab disapa IUL. Sejumlah pemeran dan kru film juga hadir langsung, di antaranya Masita Aspah (Biba), Sukri Basto, serta jajaran produser Uang Passolo.
Usai pemutaran film, para pemain dan produser naik ke depan layar untuk menyampaikan terima kasih kepada penonton atas dukungan terhadap film lokal karya anak Makassar.
Baca Juga : Film Uang Passolo Diputar Perdana di XXI Panakkukang, Usung Realita Pernikahan Bugis-Makassar
“Semoga film ini dapat diterima oleh seluruh penonton. Terima kasih khusus kepada Bapak IAS yang sudah meluangkan waktu untuk menonton,” ujar Masita Aspah.
Sukri Basto menambahkan, dukungan terhadap film lokal menjadi energi penting bagi sineas daerah untuk terus berkarya.
“Terima kasih atas support untuk karya anak Makassar. Semoga ke depan kami bisa kembali menghadirkan karya-karya terbaru,” ucapnya.
Baca Juga : Yuk Ramaikan, Malam Ini Komunitas Jurnalis Sulsel Gelar Apresiasi Media dan Nobar Timnas
Dalam sambutannya, IAS menyampaikan apresiasi atas kreativitas sineas lokal yang berani mengangkat tradisi dan nilai kehidupan masyarakat Bugis-Makassar ke layar lebar.
“Ini karya yang mengangkat cerita kehidupan masyarakat kita. Passolo adalah tradisi yang sangat lekat dengan budaya Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan,” kata IAS.
Dengan nada santai, IAS juga berbagi pengalaman pribadinya yang kerap menghadiri undangan pernikahan.
Baca Juga : Dukungan untuk Musisi Lokal, PAPPRI Sulsel dan Pemkot Makassar Siap Berkolaborasi
“Kadang-kadang sehari bisa tiga sampai empat undangan. Battala’ juga rasanya,” kelakarnya, disambut tawa penonton.
“Kalau isi passolo sedikit, bisa dicerita orang, dikira sekke’,” tambahnya.
Produser film mengungkapkan, hingga saat ini Uang Passolo telah ditonton lebih dari 160 ribu penonton.
Capaian tersebut disebut sebagai bukti besarnya minat masyarakat terhadap film lokal yang mengangkat cerita dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, ini kebanggaan kita semua. Karya Makassar, penontonnya juga orang Makassar,” ujar produser.
IAS menutup acara dengan harapan agar industri film lokal Sulawesi Selatan terus tumbuh dan melahirkan karya-karya baru.
“Mudah-mudahan ke depan lahir lagi cerita-cerita masyarakat kita dalam karya film. Sukses selalu,” tutup IAS.
Kegiatan nobar ditutup dengan foto bersama seluruh penonton, setelah satu studio VIP diborong khusus untuk acara tersebut.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
