Logo Harian.news

Imam Faudzan Jadi Sorotan, Pernyataannya Viral dan Jadi Meme di Medsos Gowa

Editor : Redaksi II Rabu, 09 Oktober 2024 14:00
Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan. Foto: HN/SInta
Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan. Foto: HN/SInta

HARIAN.NEWS, GOWA — Suhu politik Pilkada Gowa semakin memanas setelah pernyataan Imam Faudzan, Ketua DPW PPP Sulsel, menjadi viral dan bahan meme di media sosial.

Sebelumnya, beberapa pejabat publik Gowa telah menjadi sorotan, kini giliran Faudzan yang disorot terkait pernyataannya tentang keterlibatan ASN dalam mendukung paslon tertentu.

Dalam sebuah wawancara dengan media, Imam Faudzan menyebut bahwa pihaknya mendapatkan informasi valid tentang adanya penggiringan massif ASN di Gowa untuk mendukung satu pasangan calon.

Baca Juga : Cuaca Ekstrem Sempat Hambat Operasi, Tim SAR Temukan Anak Terseret Ombak di Hari Kedua Pencarian

Ia menyatakan menerima laporan dari 9 camat dan 11 kepala dinas terkait hal tersebut.

“Kami mendapat laporan dari berbagai pihak, termasuk 9 camat dan 11 kepala dinas,” ujar putra sulung H. Amir Uskara tersebut.

Pernyataan Faudzan segera memicu reaksi di publik, dengan kubu Hati Damai, melalui juru bicaranya Anwar Usman, menyatakan akan mengambil tindakan tegas.

Baca Juga : Anak 5 Tahun yang Terseret Ombak di Pattingalloang Ditemukan Meninggal Dunia

“Pernyataan ini menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa kubu AuraMa menggunakan jalur birokrasi dalam Pilkada Gowa. Kami akan melaporkan hal ini ke Bawaslu dan pihak berwenang,” ungkap Usman.

Tak lama setelah pernyataan Faudzan dipublikasikan, meme-meme bermunculan di media sosial Gowa bertuliskan “9 Camat, 11 Kepala Dinas Jadi Informan Memata-matai ASN di Gowa”. Meme ini menyebar luas di platform seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook, memberikan gambaran bahwa kubu AuraMa dinilai tidak konsisten dalam menyerukan netralitas ASN.

Langkah ini dianggap sebagai serangan balik terhadap kubu AuraMa yang sebelumnya gencar menyuarakan pentingnya netralitas ASN dalam Pilkada.

Baca Juga : Anak 5 Tahun Terseret Ombak di Pesisir Pattingalloang Gowa, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Muhammad Haeruddin, penggiat media sosial di Gowa, menyebut bahwa penyebaran meme tersebut adalah strategi yang cerdik.

“Ini adalah bentuk serangan balik yang wajar, terutama di momen-momen terakhir menjelang pemilihan. Media sosial memainkan peran besar, terutama di kalangan pemilih milenial. Namun, kami berharap suasana kondusif tetap terjaga,” jelasnya.

Perang meme di media sosial ini memperlihatkan semakin intensnya dinamika politik Pilkada Gowa, namun masyarakat diharapkan tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan di dunia nyata.

Baca Juga : Bajaj Maxride Kembangkan Layanan Transportasi dan Pariwisata di Kabupaten Gowa

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda