Logo Harian.news

Infeksi Bakteri Langka di Jepang, 293 Orang Meninggal Dunia

Editor : Andi Awal Tjoheng Rabu, 26 Juni 2024 14:28
Ilustrasi Bakteri ||net
Ilustrasi Bakteri ||net

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Kasus penyakit akibat bakteri langka perusak jaringan, Streptococcal Toxic Shock Syndrome (STSS), mendadak meningkat drastis di Jepang.

Dilansir dari CNN, Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan bahwa jumlah kasus bakteri pemakan daging di Jepang hingga 2 Juni 2024 telah mencapai 977 orang dengan angka kematian hingga 30 persen atau 293 orang.

Menurut laporan Institut Nasional Penyakit Menular, jumlah kasus pada 2024 ini lebih tinggi dari rekor sepanjang 2023 lalu, yakni 941 orang dan 97 kasus kematian. Pada Januari hingga Maret lalu, sebanyak 77 orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit ini.

Baca Juga : Gelombang Panas Landa Jepang, 6 Tewas

Penjelasan

Bakteri pemakan daging yang dimaksud adalah bakteri yang menyebabkan infeksi nekrotizing fasciitis. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A, namun bisa juga oleh bakteri lain seperti Aeromonas hydrophila, Clostridium, dan Vibrio vulnificus.

Di Jepang, seperti di banyak tempat lain, infeksi ini bisa terjadi terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau yang memiliki luka terbuka.

Baca Juga : Segera Digelar, Intip Jadwal hingga Harga Tiket Makassar F8 2024

Gejala awalnya bisa berupa kemerahan, pembengkakan, dan nyeri hebat di area yang terinfeksi, yang kemudian bisa berkembang menjadi kerusakan jaringan yang parah dan cepat menyebar.

Gejala Infeksi

Gejala infeksi nekrotizing fasciitis biasanya berkembang dengan cepat dan bisa sangat serius.

Baca Juga : OC-Global Jepang Garap Pulau Barrang Lompo, Jadikan Percontohan Proyek Pengembangan Smart Island di Makassar

Berikut adalah beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai:

Nyeri yang Parah: Nyeri hebat dan tak tertahankan di area yang terinfeksi, sering kali tidak sebanding dengan tampilan luar luka atau cedera.
Kemerahan dan Pembengkakan: Area yang terinfeksi akan terlihat merah dan bengkak. Kemerahan ini dapat menyebar dengan cepat.
Kulit Hangat: Kulit di sekitar area yang terinfeksi mungkin terasa hangat saat disentuh.
Demam dan Kedinginan: Penderita mungkin mengalami demam tinggi dan menggigil.
Luka Lepuh dan Kecoklatan: Munculnya lepuh berisi cairan atau perubahan warna kulit menjadi keunguan atau kecoklatan.
Mual dan Muntah: Beberapa orang mungkin mengalami mual, muntah, atau diare.
Kelelahan Ekstrem: Kelelahan yang sangat parah dan kelemahan umum.
Penurunan Tekanan Darah: Dalam kasus yang parah, tekanan darah bisa turun drastis, yang bisa berakibat fatal jika tidak segera diobati.

Jika seseorang mengalami gejala-gejala ini, terutama jika mereka berkembang dengan cepat, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis.

Baca Juga : PSM Menang Lawan Arema Berkat Gol Pemain Jepang

Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang pemulihan. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda