HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, resmi melantik Prof Fadjry Djufry sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan di Gedung C, Kemendagri, Jakarta, pada Selasa (7/1/2025).
Pelantikan ini menandai dimulainya tugas Prof. Fadjry sebagai pemimpin transisi di Sulawesi Selatan, menggantikan Prof. Zudan Arif Fakrulloh yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemilihan Prof. Fadjry didasarkan pada rekam jejaknya yang mengesankan di bidang pertanian.
Baca Juga : Akhir 2025 Menggembirakan, Nilai Tukar Petani Naik 1,05 Persen
Sebagai Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian RI, Prof. Fadjry memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan program swasembada pangan yang relevan dengan kebutuhan Sulawesi Selatan.
“Prof. Fadjry adalah putra daerah Sulsel dengan rekam jejak yang luar biasa. Beliau memiliki kapasitas untuk mempercepat program swasembada dan hilirisasi pangan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo-Gibran,” ujar Tito.
Lalu, bagaimana latar belakang Prof Fadjry Djufry sehingga dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan 2025? Simak informasi berikut.
Profil Lengkap Prof Fadjry Djufry yang dilantik Pj Gubernur Sulsel 2025
1. Identitas Pribadi
- Nama Lengkap: Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si
- Tempat, Tanggal Lahir: Makassar, 14 Maret 1969
- Usia: 55 tahun (per Januari 2025)
2. Latar Belakang Pendidikan
- Sarjana (S1):
Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar – Lulus tahun 1993 - Magister (S2):
Agroklimatologi, Institut Pertanian Bogor (IPB) – Lulus tahun 2000 - Doktor (S3):
Pemodelan Tanaman, Institut Pertanian Bogor (IPB) – Lulus tahun 2005
3. Pengalaman Memimpin
- Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP)
Periode: 2022–2025
Tugas: Memimpin dan mengawasi inovasi pertanian modern, termasuk pengembangan teknologi pertanian berbasis data. - Koordinator Program Food Estate Nasional
Mendukung implementasi dan pengawasan proyek food estate di Kalimantan Tengah. - Koordinator Nasional Cetak Sawah Baru
Berperan dalam pengembangan lahan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
4. Pengalaman Organisasi
- Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas):
Aktif sebagai anggota senior dan mentor dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. - Asosiasi Agroklimatologi Indonesia:
Ketua bidang pengembangan penelitian dan kolaborasi internasional. - Komisi Teknologi Pertanian ASEAN:
Delegasi Indonesia dalam pengembangan standar pertanian berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
5. Harta Kekayaan
Berdasarkan laporan terakhir ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024:
- Aset Tanah dan Bangunan:
- Rumah pribadi di Makassar (Rp 3,5 miliar)
- Lahan pertanian di Kabupaten Maros (Rp 2 miliar)
- Kendaraan:
- Mobil Toyota Fortuner (Rp 700 juta)
- Mobil Honda CR-V (Rp 600 juta)
- Investasi:
- Saham di sektor agribisnis (Rp 1,2 miliar)
- Deposito di bank nasional (Rp 1,8 miliar)
- Total Kekayaan: Sekitar Rp 9,8 miliar
Baca Juga : Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Transportasi Nataru 2025, Catat Tanggalnya!
Itu dia data lengkap Prof Fadjry Djufry sehingga akhirnya dinobatkan sebagai Pj Gubernur Sulsel 2025.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News