HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Direktur Eksekutif PT Indeks Politica Indonesia (PT IPI) Suwadi Idris mengatakan, posisi Wakil Ketua Umum (Waketum) Amir Uskara (Aura) dan Sekertaris Gerindra Sulsel Darmawansyah Muin (DM) diuntungkan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Gowa November 2024 mendatang.
“Aura dan DM diuntungkan karena punya kendaraan politik yang ready,” tulis Suwadi nama karibnya, Minggu (24/3/2024).
Menurut Suwadi, Amir Uskara yang juga Ketua Fraksi PPP DPR RI periode 2019-2024 ini memiliki modal cukup besar yaitu, 12 kursi PPP ditambah kesiapan cost politik membuatnya paling siap menatap Pilkada Gowa.
Baca Juga : Refleksi Politik Nasional 2025: Koalisi Besar, Manuver Elite Tak Pernah Usai
“Apalagi saat ini unggul elektabilitas dengan 38,5 persen versi PT IPI,” terangnya
Sedangkan DM pun telah siap dengan partai politiknya, cost politik, dan juga memiliki modal elektabilitas 18,6 persen versi PT IPI.
Sehingga menempatkan Pilkada Gowa menjadi pertarungan antara Aura dan DM. Pasalnya, kedua figur tersebut paling siap bertarung.
Baca Juga : Amir Uskara Terpilih Sebagai Komisaris di Mandiri Sekuritas
Menurut Suwadi, Amir Uskara sebaiknya menggandeng wakil dari rumpun keluarga kerajaan Gowa. Dimana figur yang disiapkan adalah Muh. Datariansyah Indra cicit Raja Gowa yang juga kader PKB.
“Sebaiknya Aura gandeng cicit raja Gowa jadi wakil agar semakin memperkuat posisi Aura,” terangnya.
Katanya, pengaruh rumpun kerajaan Gowa Tallo masih kuat jika mendorong figur di posisi calon Wakil Bupati.
Baca Juga : Dua Tokoh, Satu Gowa: Harmoni di Tengah Perbedaan
Sehingga mengajak Muh. Datariansyah Indra menjadi Wakil Bupati akan mendapatkan dukungan besar dari seluruh kerajaan Gowa Tallo untuk maju di Pilkada Gowa 2024 mendatang.
Sedangkaa Abd Rauf Malagani Krg Kio harus kerja keras meyakinkan parpol untuk ikut dalam Pilkada Gowa.
“Tak hanya itu elektabilitas masih diangka 12,3 persen,”.
Baca Juga : Adnan- Amir Bertemu di moment Hari Jadi Gowa Bawa Pesan Damai
Husniah Talenrang juga demikian, harus bekerja keras bersaing di posisi calon bupati. Walaupun punya partai dan cost politik.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
