HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Islam, sebagai agama yang lengkap, mengajarkan adab dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam perkara makan dan minum.
Salah satu ajaran yang diajarkan Rasulullah SAW adalah mengenai posisi tubuh saat makan dan minum. Banyak yang belum tahu bahwa makan dan minum sambil duduk bukan hanya kebiasaan, tetapi juga merupakan sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam.
Dalam beberapa riwayat hadis, Rasulullah SAW lebih sering makan dan minum dalam posisi duduk. Hal ini tidak hanya menunjukkan kesederhanaan dan ketenangan, tetapi juga memberikan makna spiritual yang dalam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri.” (HR. Muslim)
Manfaat Posisi Duduk dalam Makan dan Minum
Makan dan minum sambil duduk tidak hanya soal mematuhi aturan agama, tetapi juga memiliki banyak manfaat. Dalam hal akhlak, makan sambil duduk mencerminkan sikap tawadhu (rendah hati) dan tidak tergesa-gesa.
Posisi duduk memungkinkan seseorang untuk lebih fokus dan sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Lebih jauh lagi, duduk memberi kesempatan untuk memulai dengan membaca basmalah dengan khusyuk, makan dengan tangan kanan, dan menghindari berlebihan dalam mengonsumsi makanan.
Selain manfaat spiritual, makan sambil duduk juga sangat dianjurkan untuk kesehatan pencernaan. Posisi duduk membantu makanan masuk dengan lebih stabil ke dalam lambung, memudahkan proses pencernaan, dan mengurangi risiko tersedak.
Pakar kesehatan menjelaskan bahwa sistem pencernaan lebih optimal bekerja dalam posisi duduk dibandingkan berdiri, karena lambung dapat menerima makanan dengan lebih baik.
Adab yang Menghormati Nikmat
Salah satu aspek penting dari makan sambil duduk adalah kesadaran spiritual yang mendalam. Duduk saat makan mengingatkan kita untuk mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan, sekecil apapun itu.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
