Logo Harian.news

Jelang Iduladha, Pedagang dan Warga Keluhkan Harga Cabai Kian Pedas

Editor : Rasdianah Rabu, 05 Juni 2024 14:43
Pedagang cabai di Pasar Pa’baeng-baeng di Kota Makassar. Foto: HN/Sinta
Pedagang cabai di Pasar Pa’baeng-baeng di Kota Makassar. Foto: HN/Sinta

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Jelang Iduladha 2024 di Kota Makassar, harga cabai di pasaran kian merangkak naik dari hari biasanya.

Salah satu pedagang di pasar Pa’baeng-baeng Takwin (35) mengatakan, harga cabai saat ini mengalami kenaikan 40 hingga 50 persen.

“Sudah berapa hari ini naik terus,” keluhnya, kepada Harian.News, Rabu (5/6/2024).

Baca Juga : Jelang Iduladha, Bupati MYL Pantau Langsung Harga Kebutuhan Pokok di Pasar

Kata Takwin, harga cabai besar saat ini Rp 30 ribu per kilo, untuk cabai keriting Rp 35 ribu sedangkan cabai kecil Rp 30 perkilo.

“Minggu lalu, cabe besar itu harganya Rp 25 ribu, kalau cabe keriting Rp 25 ribu, kalau cabe kecil itu harganya juga Rp 20 ribu,” jelasnya.

Takwin memprediksi harga yang ada saat ini, akan terus merangkak naik hingga H 4 Iduladha 2024 nanti.

Baca Juga : Jelang Iduladha, DP2 Makassar Temukan Ratusan Ekor Hewan Kurban tak Layak Potong

“Ada kemungkinan naik sekitar Rp 40 Ribu sampai Rp 50 ribu per kilo untuk harga cabai di H Iduladha, untuk kenaikan harga ini sudah biasa terjadi setiap jelang lebaran,” jelasnya.

Sementara warga Nini (39) mengatakan, meski terbiasa dengan harga kebutuhan pokok yang selalu naik jelang lebaran, Ia tetap meminta kepada Pemerintah pusat dan kota Makassar agar selalu mengupayakan kestabilan harga di pasar.

“Memang selalu naik kalau jelang Idulfitri dan Iduladha, tapikan pemerintah bisa mengakali dengan upaya penambahan stock biar harga di pasaran tetap stabil,” ujarnya.

Baca Juga : Bandara Hasanuddin Prediksi akan Layani 98.000 Penumpang di Puncak Libur Iduladha

Katanya, kondisi seperti ini tidak boleh terus terusan terjadi setiap saat, artinya bahwa pemerintah tidak melakukan evaluasi terhadap data kebutuhan masyarakat jelang lebaran.

“Masa kita setiap mau lebaran naik lagi, naik lagi. Harus ada stock yang banyak biar tidak selalu naik harganya, kan begitu alasannya pedangang tidak ada stock, kalau bahas stock ke petani nanti dibilang tidak ada bibit dan kemarau, masa begitu terus,” tandasnya.

(NURSINTA)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda