Logo Harian.news

Jemaah Haji Diingatkan tak Obral Keluhan di Media Sosial

Editor : Rasdianah Kamis, 22 Mei 2025 10:40
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji || Foto: pexels@zawawirahim
Ilustrasi pelaksanaan ibadah haji || Foto: pexels@zawawirahim

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Mustasyar Dinny atau konsultan ibadah PPIH Arab Saudi, KH Waryono Abdul Ghafur mengingatkan agar jemaah haji tak mudah mengeluh, termasuk di media sosial. Ia menyebut hal tersebut akan merusak nilai-nilai ibadah haji.

“Kenapa enggak boleh mengeluh? Karena pelayanan haji dari tahun ke tahun meningkat. Bahwa ada kekurangan sana-sini, seperti nasi misalnya, ya wajar lah,” kata Waryono dikutip dari Media Center Haji 2025, Kamis (22/5/2025),

Baca Juga : Polisi Periksa Talent Live Pornografi, Ini Modusnya

Waryono menambahkan, hal ini penting agar jemaah tidak menjadi kreator konten yang ‘enggak bagus’.

Kalau pun ada kekurangan atau unek-unek terkait pelayanan haji, individu tersebut sebaiknya menanyakan hal tersebut kepada otoritas yang berwenang.

“Bertanyalah minimal kepada ketua rombongan, naik ke ketua regu, ketua kloter. Setelah ketua kloter, mungkin ke sektor dan seterusnya. Jangan tanya orang di pinggir jalan,” ucapnya.

Baca Juga : Anak Hilang di Labuhanbatu, Malah Gemoy Saat Direkam Polisi

Waryono dan timnya di sektor 3 ditugaskan untuk mendampingi 59 kloter di 25 hotel berbeda. Sebagai mustasyar dinny, Waryono menerangkan tugasnya adalah mendampingi para jemaah haji agar lebih memahami ilmu tentang perhajian.

“Meski sudah ada pembimbing dari sana (daerah), tapi kan baru teori di sana. Di sini kan praktik. Bagaimana qasar, bagaimana jamak, bagaimana ihram. Di sana meski sudah diberi contoh, tetapi belum praktik yang sebenarnya,” ia menerangkan.

Ia mengklaim para jemaah merespons bimbingan ibadah itu dengan luar biasa positif. “Mereka merasa terbantu untuk lebih memahami, sehingga saya bilang ke temen-temen jemaah, meskipun di sana rame, tapi ternyata jemaah di sini kondusif,” katanya.

Baca Juga : Dilema Media Sosial bagi Anak: Antara Kreativitas dan Ancaman Mental

Mengutip laman Kementerian Agama, Petugas PPIH Bimbingan Ibadah Nur Khalidah Badrus menambahkan bahwa bimbingan kali ini menitikberatkan pada kondisi-kondisi khusus yang dihadapi jemaah.

“Seperti jemaah lansia yang tidak mampu melakukan sebagian ibadah secara sempurna, perempuan yang sedang mengalami haid, serta penjelasan terkait tanazul dan urgensinya,” kata Khalidah.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda