HARIAN.NEWS – Pemerintahan Presiden Prabowo berencana menambah jumlah anggaran program Makan Bergizi Gratis, dari yang saat dialokasikan sebesar Rp 71 triliun.
Terkait hal tersebut, sejumlah ‘jurus’ pun ditempuh Presiden Prabowo, seperti halnya memangkas APBN hingga meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk turut bekontribusi memberikan patungan.
Rencana Presiden Prabowo memangkas APBN 2025 tertuang dalam Inpres Nomor 1 tahun 2025, yang di dalamnya disebutkan bahwa penghematan dilakukan sebesar Rp 256,1 triliun dari belanja kementerian atau lembaga.
Baca Juga : Pulihkan Pertanian Sumatera Pascabencana, Kementan Siapkan Rp1,49 Triliun dan Usul Tambahan Rp5,1 Triliun
Prabowo juga meminta agar kementerian dan lembaga melakukan indentifikasi untuk efisiensi yang meliputi belanja operasional, perjalanan dinas hingga pengadaan peralatan dan mesin.
Mensesneg, Prasetyo Hadi. Dalam keterangannya menerangkan bahwa pemangkasan APBN yang dilakukan adalah bagian dari upaya memperkuat program Makan Bergizi Gratis.
Selain memangkas APBN, ‘jurus’ lain menambah anggaran program Makan Bergizi Gratis adalah meminta pemda untuk turut patungan melalui APBD 2025.
Baca Juga : Saat Prabowo Curhat Tak Punya Tongkat Nabi Musa
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa saat ini ada 415 Kabupaten dan 93 Kota di Indonesia yang akan turut patungan untuk program Makan Bergizi Gratis.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
