Logo Harian.news

HARIAN LIFESTYLE

Keutamaan Menikahi Janda: Benarkah Ada Pahala Besar?

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 23 Juni 2026 18:11
Keutamaan menikahi Janda: benarkah ada pahala besar?  || (foto_Isra ali@pinterest)
Keutamaan menikahi Janda: benarkah ada pahala besar? || (foto_Isra ali@pinterest)

HARIAN.NEWS,JAKARTA β€” Konstruksi sosial kerap membangun diskursus yang tak adil terhadap pernikahan dengan perempuan berstatus janda. Pandangan sebelah mata masih menjadi tantangan, padahal dalam perspektif Islam, tindakan ini menyimpan keutamaan menikahi janda yang luar biasa, bahkan setara dengan ibadah besar.

Dalam ajaran Islam, pernikahan bukan sekadar ikatan lahiriah dua manusia, melainkan sebuah rangkaian ibadah yang bernilai pahala. Menikahi janda bukanlah aksi yang merendahkan martabat, melainkan jawaban atas panggilan untuk melindungi dan memberi naung.

Baca Juga : Perceraian Meroket, Butuh Solusi Islam

Fakta sejarah membuktikan, Rasulullah SAW menjadi teladan utama dalam membongkar stigma ini. Dari sekian banyak istri beliau, mayoritas berstatus janda. Nama-nama besar seperti Khadijah binti Khuwailid, Saudah binti Zam’ah, Hafshah binti Umar, Ummu Salamah, hingga Zainab binti Jahsy adalah sosok perempuan tangguh yang pernah mendampingi Rasulullah. Hanya Aisyah RA yang menikah dalam status perawan.

Pola ini dengan tegas menunjukkan bahwa menikahi janda memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi di mata Sang Khaliq.

Terkait hal ini, terdapat hadis yang menjadi fondasi kuat. Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga : Nisfu Syaban, Malam Penuh Berkah dengan Banyak Sebutan

“Barangsiapa menikahi seorang wanita karena menjaga pandangan, menjaga kemaluannya, atau menyambung silaturahmi, maka Allah akan memberinya berkah.”* (HR. Thabrani)

Ulama kontemporer menafsirkan, makna “menjaga” dalam hadis ini sangat relevan dengan kondisi janda yang membutuhkan perlindungan, nafkah, dan figur suami sebagai pelindung kehormatannya.

Eskalasi pahala ini akan semakin sempurna jika seorang laki-laki menikahi janda yang memiliki anak. Secara logika sosial, menikahi janda berarti turut serta menanggung dan merawat anak-anaknya yang berstatus yatim. Pahala atas aksi ini dijamin langsung oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya:

Baca Juga : Puasa Nisfu Syaban 2025: Waktu, Niat, dan Tata Caranya

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda