Logo Harian.news

Kinerja Enam Perusda Lemah, Munafri: Tutup Saja!

Editor : Redaksi Jumat, 14 Maret 2025 13:02
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Foto: HN/Sinta.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Foto: HN/Sinta.

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan hasil evaluasi awal terhadap enam Perusahaan Daerah (Perusda) di Makassar yang tidak mencapai target kinerja.

Enam Perusda tersebut diantaranya PDAM Makassar, PD Parkir Makassar Raya, PD Pasar Makassar Raya, PD Terminal Makassar Metro, PD Rumah Potong Hewan (RPH), serta PT BPR Kota Makassar (Perseroda) terhadap pembangunan kota.

Baca Juga : Erafone Run 2026 Digelar 9 Agustus di Makassar, Targetkan Hingga 3.000 Peserta

“Kami ingin melihat bagaimana sistem operasional yang mereka jalankan, apakah sesuai dengan aturan Perusda atau tidak. Selain itu, kami juga ingin mengukur sumbangsihnya terhadap APBD Kota Makassar,” ujar Munafri, Jumat (14/3/2025).

Namun, dari laporan awal, tidak ada satu pun Perusda yang mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah kota.

“Setiap tahun ada perjanjian kerja, tetapi jika targetnya tercapai, tidak mungkin kita harus berkumpul seperti ini untuk mengevaluasi. Artinya, ada yang tidak berjalan sesuai rencana,” tegasnya.

Baca Juga : DPMPTSP Makassar Kerja Bakti Dukung Gunung Sari Hadapi Penilaian Kelurahan Tingkat Nasional

Saat ditanya Perusda mana yang paling buruk kinerjanya, Munafri mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan hanya mampu bertahan tanpa perkembangan berarti.

“Misalnya PT BPR Kota Makassar hanya bertahan, sementara PD Rumah Potong Hewan (RPH) malah sudah tidak beroperasi sama sekali,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa Perusda yang masih beroperasi juga dinilai tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga : DPMPTSP Makassar Minta Pelaku Usaha Segera Sampaikan LKPM, Batas Akhir 15 Juli

“Kami ingin tahu apa penyebabnya. Jika target awal tidak sesuai dengan realisasi, tentu kita bertanya, di mana letak masalahnya?” tambahnya.

Munafri menegaskan, Perusda yang tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pemerintah akan dievaluasi keberlanjutannya.

“Kalau tidak memberikan apa-apa, baik untuk pemerintah maupun masyarakat, lalu untuk apa kita pertahankan?” katanya.

Baca Juga : MMN Perkuat Sinergi Lintas Instansi Lewat Simulasi Tanggap Darurat di Tol Makassar

Ia juga mempertanyakan penyebab kegagalan mencapai target, apakah karena peraturan yang berubah atau ada faktor lain yang menghambat kinerja perusahaan.

“Saat sebuah perusahaan menetapkan target, maka harus dikejar. Kalau tidak tercapai, berarti ada masalah. Apa yang salah? Itu yang harus kita cari tahu,” lanjutnya.

Munafri menekankan bahwa jika masalahnya ada pada sumber daya manusia (SDM), baik di jajaran direksi maupun dewan pengawas, maka perubahan akan dilakukan.

“Kalau direksi tidak mampu menjalankan tugasnya, kenapa dewan pengawas tidak mengontrol? Kalau SDM menjadi kendala, masa mau dipertahankan?” ujarnya.

Ia memastikan hasil evaluasi ini akan diumumkan secara terbuka dan keputusan akan segera diambil setelah tim menyelesaikan kajian.

“Saya serahkan ke tim untuk menilai. Semakin cepat semakin baik,” pungkasnya.

PENULIS: NURSINTA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda