JAKARTA, HARIAN.NEWS – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman, angkat bicara terhadap desakan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, yang meminta agar polisi segera menangkap Rocky Gerung.
Benny Harman menyatakan bahwa pernyataan Kepala BP2MI tersebut “out of context” dan menggambarkan Rocky Gerung sebagai “orang sakit.”
Baca Juga : Dandim 1408 Makassar Kunjungi PMI, Pantau Program Donor Darah Setiap Selasa
“Out of context. Orang sakit nih,” ujarnya, Kamis 10 Agusutus 2023.
Benny K Harman mengingatkan bahwa perhatian Kepala BP2MI seharusnya difokuskan pada isu-isu terkait pekerja migran Indonesia (PMI). Ia merujuk pada kasus 11 wanita calon PMI ilegal yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan hendak diberangkatkan secara non prosedural ke Singapura dan Malaysia. Para calon PMI tersebut ditemukan di Perumahan Golden Prima, Tanjung Buntung, Bengkong, Batam
Para calon PMI ini sudah satu bulan lebih berada di rumah tersebut di Batam. “Artinya apa? persoalan PMI ini jauh lebih penting dari kasus Rocky Gerung. Kejadian di Batam ini saya yakin hanya bagian kecil dari kasus-kasus PMI lainnya,” tegasnya.
Baca Juga : Bulan K3 2026, Pelindo Makassar Gelar Donor Darah Bersama UTD Kota Makassar
“Fokus saja urus yang menjadi urusannya saja lah, jangan melebar kemana-mana,” tambahnya.
Sebelumnya, Benny K Harman juga telah menanggapi kritikan Rocky Gerung terhadap Joko Widodo. Ia menyatakan bahwa kritik yang dilontarkan oleh Rocky Gerung terhadap Joko Widodo dengan diksi “Bajingan Tolol” adalah bagian dari kritik terhadap penguasa, bukan penghinaan terhadap pribadi Joko Widodo.
“Kritik Rocky itu adalah kritik kekuasaan, bukan kritik pribadi,” kata Benny.
Baca Juga : PMI Makassar Nilai Program Donor Darah Kodim 1408/BS Sangat Strategis
Benny Harman mengingatkan bahwa presiden adalah jabatan publik yang bisa dikritik dengan pedas, terutama terkait kebijakan yang diambil. Ia menjelaskan bahwa karena presiden dipilih oleh rakyat melalui sistem demokrasi, maka kritik tajam adalah hal yang wajar dan diperbolehkan.
“Karena beliau presiden pilihan rakyat, kekuasaan yang ada padanya berasal dari rakyat bukan dari Tuhan. Karena dari rakyat asalnya maka rakyat silahkan kritik setajam-tajamnya dengan sekejam-kejamnya. Sekasar mungkin juga silakan,” ujarnya.
Sentilan Rocky kepada Presiden Jokowi atas kebijakan yang diambil menurut Benny adalah langkah yang sangat baik dan cerdas. “Rocky telah melakukan itu dengan cerdas. Intelektual lainnya melempem,” imbuhnya.
Baca Juga : Dari Tanjung Priok, PMI Kirim Relawan dan Ribuan Ton Logistik untuk Korban Bencana
Politisi Partai Demokrat itu juga menilai bahwa Presiden Joko Widodo secara pribadi pun tidak marah dan tercemar nama baiknya atas ucapan Rocky Gerung itu. “Presiden marah? Presiden merasa terhina? Yakin, tidak. Malah perasaan saya, dia senang dan menikmatinya,” tandasnya.
Baginya, pihak yang tersakiti justru relawan dan pemuja Jokowi. Dan dalam konteks ini, justru menurut Benny adalah sesuatu yang sangat wajar. “Yang merasa dihina dan mungkin marah sekali adalah para pemujanya. Mungkin juga mereka yang menikmati manfaat banyak dari posisi beliau. Wajar sekali. Justru aneh kalo para pemujanya diam saja,” terangnya.
Namun, Benny Harman mengingatkan bahwa sikap para pemuja Jokowi harus cerdas dan tidak melakukan ancaman. Ia menegaskan bahwa perlawanan harus dilakukan dengan cara cerdas, terutama karena kasus tersebut masih dalam konteks delik aduan. Ia juga menyatakan bahwa jika target kritikan Rocky Gerung adalah pribadi Jokowi, dirinya pun akan merasa marah sebagai oposisi. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

