Deng Kio langsung tepuk meja.
“Nah ini! Baru benar itu!”
Om Haria ikut tersenyum lebar.
“Makanya jangan sombong jadi laki-laki. Merasa paling hebat karena jadi kepala keluarga.”
Baca Juga : 21 April, Mengenang Kartini, Inspirasi Kesetaraan Gender
Mas Bro menambahkan dengan nada santai tapi dalam,
“Kalau rumah tangga itu tim. Bukan kompetisi siapa paling kuat.”
Deng Kio kembali menyindir,
“Kadang ada yang merasa paling berjasa karena cari nafkah. Padahal yang atur rumah, jaga anak, itu juga kerja besar.”
Daeng La’lang mengangguk pelan.
“Yang di belakang layar sering tidak terlihat, tapi justru paling menentukan.”
Baca Juga : Hari Kartini 2026 Libur? Cek Faktanya di Sini
Suasana mendadak hening sejenak.
Seolah semua sepakat, tanpa perlu banyak kata.
Om Haria akhirnya menutup obrolan dengan kalimat sederhana:
“Di balik laki-laki hebat, memang ada perempuan tangguh. Tapi yang lebih hebat lagi… kalau keduanya saling menguatkan.”
Baca Juga : WFH Boleh Santai, Layanan Jangan Ikut Rebahan!
Mas Bro mengangkat cangkir kopinya.
“Setuju. Bukan siapa di depan atau di belakang, tapi siapa yang tetap jalan bersama.”
Deng Kio tersenyum.
“Kalau begitu, jangan cuma cari pasangan… cari juga partner hidup.”
Daeng La’lang menutup dengan gaya khasnya:
“Dan jangan lupa… kopi juga harus seimbang. Terlalu pahit, nggak enak. Terlalu manis, juga nggak kuat!”
Baca Juga : BBM Dibatasi, Gaya Hidup Ikut Disetel?
Semua kembali tertawa.
Kopi habis.
Obrolan selesai.
Tapi maknanya… masih tinggal. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

