Hilal Belum Muncul, Ego Sudah Lebaran Duluan
HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Malam ke-29 Ramadan di Warkop DK10.,malam ini terasa sedikit berbeda. Bukan karena kopinya lebih pahit, atau gorengannya kurang garam. Tapi karena obrolan yang menggantung di udara: Lebaran jatuh kapan?
Baca Juga : Imbauan MUI Soal Perbedaan Idulfitri: Jangan Saling Memaksakan
Langit terlihat biasa saja. Tenang. Tidak ada tanda-tanda ikut ribut.
Om Haria, Mas Bro, dan Deng Kio sudah duduk seperti biasa. Kopi hitam mengepul, tapi obrolannya lebih panas dari itu.
“Besok Lebaran atau masih puasa, Om?” tanya Deng Kio,nada suaranya seperti orang yang sudah siap makan ketupat tapi masih ditahan, sambil menatap langit, seolah berharap bulan menjawab langsung.
Baca Juga : Bikin Heboh Itu Mudah, Jujur Itu yang Susah
Om Haria menghela napas panjang
“Pertanyaan tahunan. Jawabannya juga tahunan: bisa beda.” sembari menyeruput kopinya pelan, “Kalau ikut hitungan, hilal itu sudah ada… tapi tipis sekali.”
Mas Bro langsung menimpali,
“Masalahnya bukan ada atau tidak. Tapi kelihatan atau tidak.”, “Yang lucu itu bukan bedanya. Tapi dramanya.”, sambungnya sarkas.
Deng Kio menggaruk kepala.
“Lho, kalau sudah ada tapi tidak kelihatan, itu gimana ceritanya?”
Baca Juga : Pengumuman! Harian.News Pindah Kantor
Kemudian Deng Kio mengernyit. “Drama bagaimana?”
Mas Bro tersenyum tipis.
“Itulah bedanya hisab sama rukyat. Satu pakai hitungan, satu pakai penglihatan.”
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
