Sembari menyeruput kopi, Mas Bro kembali berkata santai tapi menusuk,
“Hilal belum kelihatan, tapi emosi sudah kelihatan duluan.”
Belum sempat Deng Kio menjawab, suara khas muncul dari belakang
Baca Juga : Baik-Buruk Itu Paket, Bukan Pilihan!
“Kalau pakai perasaan saja, saya sudah Lebaran dari tadi!”
Semua menoleh. Daeng La’lang datang lagi. Seperti biasa—tidak diundang, tapi selalu tepat waktu dan sudah duduk entah sejak kapan, dengan pisang goreng di tangan.
Om Haria langsung tertawa.
“Kalau perasaan, tiap hari juga bisa Lebaran, Daeng!”
Baca Juga : Laki-Laki Hebat? Jangan Lupa yang di Balik Layar!
Mas Bro kembali serius.
“Tahun ini agak menarik. Tinggi hilal belum cukup. Bahkan di Aceh saja belum sampai batas.”
Deng Kio langsung kaget.
“Berarti bisa beda lagi?”
Mas Bro mengangguk pelan.
“Bisa saja. Sudah bukan hal baru.”
Baca Juga : Haji Jalur Cepat vs Jalur Sabar, Pilih Mana?
Daeng La’lang langsung nyeletuk lagi,
“Yang penting bukan beda harinya, tapi jangan beda hatinya!”, Hilal itu kecil, tapi bisa bikin ribut satu negara. Hebat juga ya.” sambungnya kemudian dengan pisang goreng di mulut yang belum sempat dia kunyah.
Semua terdiam sejenak.
Kalimat sederhana, tapi kena.
Baca Juga : WFH Boleh Santai, Layanan Jangan Ikut Rebahan!
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
