Logo Harian.news

HARIAN KOMUNITAS

Mahasiswa Unhas Latih Warga Laikang Olah Sargassum lewat Program SARGACYCLE

Editor : Andi Awal Tjoheng Minggu, 07 Juni 2026 21:34
Mahasiswa Unhas ubah limbah Sargassum di Takalar jadi eco-enzyme (foto:Tim Mahakarya SARGACYCLE)
Mahasiswa Unhas ubah limbah Sargassum di Takalar jadi eco-enzyme (foto:Tim Mahakarya SARGACYCLE)

Sambutan berikutnya disampaikan oleh dosen pendamping program, Andi Alya Yusriyyah, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan bagi kawasan pesisir.

“Program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan untuk masyarakat pesisir di Laikang. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Universitas Hasanuddin lintas program studi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir, khususnya Desa Laikang, dalam mengelola limbah pesisir menjadi produk yang bernilai.

Baca Juga : Tradisi Mappadekko kian Asing, Gelar Zine Bulukumba Hadirkan Ingatan

Selain itu, program ini juga membangun hubungan timbal balik antara ide dan kreativitas mahasiswa dengan partisipasi aktif serta kolaborasi masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh inovasi yang ditawarkan, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan.

Oleh karena itu, pendekatan partisipatif menjadi salah satu aspek utama yang diterapkan dalam program SARGACYCLE.

Baca Juga : Moratorium Perjalanan Dinas: Akhir dari Wisata Politik Wakil Rakyat?

Mewakili Kepala Desa Laikang, Kepala Dusun Laikang Ansar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat setempat. Ia juga secara resmi membuka dan meresmikan kegiatan sosialisasi dan pelatihan SARGACYCLE.

“Kami menerima teman-teman dari Universitas Hasanuddin dengan sangat antusias karena permasalahan limbah organik di Desa Laikang saat ini masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Kami menilai program ini merupakan terobosan baru yang memiliki dampak cukup besar. Produk yang dihasilkan sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa karena dapat mendukung sektor pertanian dan peternakan masyarakat Desa Laikang,” ujar Ansar.

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai eco-enzyme oleh anggota Tim SARGACYCLE, Illyin Aulia. Dalam pemaparannya, Illyin menjelaskan konsep dasar eco-enzyme sebagai cairan hasil fermentasi bahan organik yang memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Implementasikan Teori, Mahasiswa UIN Alauddin Pelatihan Dakwah di SMAN 16 Bulukumba

Eco-enzyme dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, pengurai limbah organik, pengurang bau pada kandang ternak, serta pendukung kegiatan pertanian dan peternakan masyarakat.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : RIFQA ANNISA YUSNITA (Tim Mahakarya SARGACYCLE Universitas Hasanuddin)

Follow Social Media Kami

KomentarAnda