Logo Harian.news

Masjid dan Pemuda: Mengenal PRIMA dan Peran Besarnya Makmurkan Al-Markaz

Editor : Rasdianah Selasa, 18 Maret 2025 11:40
Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar. Foto: HN/Sinta
Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar. Foto: HN/Sinta

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, Masjid Al-Markaz Al-Islami terus berdiri tegak sebagai simbol spiritual dan edukasi. Dan di balik megahnya masjid ini, ada tangan-tangan muda yang setia menjaga, merawat, dan menghidupkan syiar Islam dengan semangat dan dedikasi tanpa batas.

Sore jelang waktu berbuka puasa, suasana di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, semakin hidup. Sejumlah pemuda sibuk beraktivitas di pelataran lantai satu.

Sebagian dari mereka duduk melingkar dalam kajian, sementara yang lain merapikan perlengkapan acara. Di sudut lain, beberapa remaja tengah menyiapkan hidangan berbuka puasa.

Baca Juga : Ceramah di Masjid Al-Markaz, Taruna Ikrar Ungkap Mukjizat Puasa dalam Perspektif Neurosains

Inilah wajah lain dari masjid besar ini, bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuh dan berkarya bagi anak muda. Setidaknya inilah yang harian.news lihat ketika langsung berada di masjid bersejarah Makassar itu.

Tak Sekadar Tempat Salat

Ketua PRIMA, Farhan Syahrir. Foto: HN/Sinta

Masjid Al-Markaz Al-Islami ini memang bukan lah sekadar tempat ibadah. Bangunan megah yang dirancang oleh Ir. Ahmad Nu’man ini terinspirasi dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, tetapi tetap mempertahankan ciri khas Sulawesi Selatan dengan atap kuncup segi empat yang mengingatkan pada Masjid Tua Katangka.

Selain ruang salat yang luas, masjid ini juga memiliki kantor sekretariat, perpustakaan, aula, hingga kantor MUI Sulawesi Selatan. Fungsi masjid pun berkembang sebagai pusat edukasi dan sosial bagi masyarakat Makassar.

Di balik dinamika dan kokohnya peran masjid ini di masyarakat, terdapat sekelompok pemuda yang memainkan peran besar. Kelompok pemuda ini tergabung dalam Pemuda Remaja Islam Masjid Al-Markaz Al-Islami atau yang disingkat dengan PRIMA.

“Kami ini sudah masuk angkatan ketiga PRIMA. Saat ini, ada sekitar 30 pengurus aktif yang terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari ibadah, sosial, hingga pendidikan,” ujar Ketua PRIMA, Farhan Syahrir, saat ditemui di sela-sela aktivitas Ramadan.

Peran Anak Muda Makmurkan Masjid

Salah satu kegiatan PRIMA dalam memakmurkan Masjid Al-Markaz Al-Islami. Foto: HN/Sinta

PRIMA tidak hanya berperan dalam kegiatan ibadah dan sosial, tetapi juga terlibat langsung dalam manajemen dan pengelolaan kegiatan masjid. Mereka menjadi tim protokoler dalam salat Jumat dan hari raya, serta menjadi penyelenggara acara besar seperti tabligh akbar.

Hadirkan Banyak Program Ramadan


Di bulan Ramadan, keterlibatan PRIMA semakin intens. Salah satu program unggulan mereka adalah Karantina Qurani Ramadan, yang telah berjalan bertahun-tahun.

“Selama 15 hari, 100 peserta dari kalangan pelajar SD, SMP, dan SMA belajar Alqur’an dan wawasan keislaman. Ini murni program pemuda—mulai dari penggerak hingga pelaksananya,” jelas Farhan.

Selain itu, PRIMA juga mengadakan Dialog Sahur, diskusi menjelang salat lail yang membahas isu-isu keagamaan dan sosial dari perspektif anak muda.

Tak hanya kegiatan keagamaan, PRIMA juga menyediakan pelatihan keterampilan seperti public speaking dan pelatihan bahasa.

“Kami ingin anak-anak muda yang aktif di masjid ini juga memiliki skill yang bisa mereka gunakan di kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Dakwah Lewat Media Sosial

Menyadari bahwa anak muda kini lebih banyak menghabiskan waktu di dunia digital, PRIMA juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah dan syiar Islam.

“Hampir seluruh akun media sosial Masjid Al-Markaz dikelola oleh pemuda. Kami rutin membuat konten islami yang relevan dengan anak muda,” kata Farhan.

Bahkan, tak jarang ada non-Muslim yang tertarik bertanya tentang Islam melalui Direct Message (DM) di Instagram PRIMA.

“Ada beberapa yang awalnya hanya ingin tahu tentang Islam, tapi akhirnya menjadi mualaf setelah berdiskusi panjang melalui media sosial,” ungkapnya penuh haru.

Tantangan dan Harapan

Namun, menjaga semangat anak muda agar tetap istiqamah dalam mengelola masjid bukanlah hal mudah.

“Biasanya di awal, semangat mereka luar biasa. Tapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana tetap konsisten,” ujar Farhan.

PRIMA menjawab tantangan ini dengan menanamkan dua prinsip utama: keikhlasan dan istiqamah.

“Kalau tidak ada keikhlasan, susah bertahan. Dan kalau tidak istiqamah, semangat itu bisa redup kapan saja,” tambahnya.

Selain itu, ada tantangan dalam menjalin komunikasi dengan pengurus masjid yang lebih senior. Namun, mereka menyiasatinya dengan pendekatan komunikatif dan kerja sukarela.

“Kami datang bukan untuk bersaing atau menggantikan peran mereka, tapi untuk membantu. Begitu kami tunjukkan niat baik ini, akhirnya kami diterima,” kata Farhan.

Strategi Menarik Anak Muda

Untuk menarik lebih banyak anak muda ke masjid, PRIMA tidak hanya mengandalkan media sosial, tetapi juga turun langsung ke lapangan.

“Al-Markaz ini berada di antara daerah yang sering terjadi konflik anak muda. Kami mendekati mereka, mengajak diskusi, dan mengenalkan aktivitas di masjid,” ujar Farhan.

Pendekatan ini terbukti efektif. Banyak anak muda yang awalnya hanya sekadar mampir, akhirnya tertarik untuk bergabung dan aktif dalam kegiatan kepemudaan di Al-Markaz.

Masa Depan Pemuda Masjid

Farhan sendiri telah dua periode menjabat sebagai Ketua PRIMA sejak 2018. Ia berharap regenerasi kepemudaan di masjid bisa terus berjalan dengan baik.

“Kami ingin anak muda semakin merasa bahwa masjid adalah rumah kedua mereka. Bukan hanya tempat salat, tapi juga tempat mereka berkembang dan berkarya,” harapnya.

PENULIS: NURSINTA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda