Mitos Besar: Daging Kambing Menyebabkan Kolesterol Tinggi
Inilah mitos paling meluas yang perlu diluruskan.
Banyak orang percaya bahwa memakan daging kambing bisa memicu lonjakan kolesterol dan tekanan darah. Bahkan tak sedikit yang menganggap daging kambing lebih berbahaya dari daging sapi.
Baca Juga : 5 Tips Ampuh Turunkan Kolesterol Akibat Konsumsi Daging Berlebihan saat Lebaran
Tapi data berkata lain.
Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dikutip Kompas.com, kandungan kolesterol dalam 100 gram daging kambing justru lebih rendah dibandingkan daging sapi:
| Jenis Daging | Kadar Kolesterol (per 100 gram) |
|---|---|
| Daging Kambing | 75 mg |
| Daging Sapi | 90 mg |
Selain itu, Alodokter juga menyebutkan bahwa kandungan lemak total pada daging kambing relatif lebih rendah dibandingkan daging sapi.
Artinya? Daging kambing sebenarnya lebih ramah untuk kadar kolesterol Anda, asalkan diolah dengan benar.
Lalu Kenapa Daging Kambing Dianggap Tidak Sehat?
Inilah ironisnya. Meskipu kadar kolesterolnya lebih rendah, daging kambing sering diolah dengan cara yang justru meningkatkan kadar lemak dan kalori.
Contohnya:
– Gulai kambing – penuh santan kental dan minyak
– Tongseng kambing – menggunakan banyak minyak goreng
– Sate kambing – sering dicampur lemak berlebih
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
