Logo Harian.news

Menyeruaknya Politik Jastip dan Anomali Etika Kekuasaan di Sinjai

Editor : Andi Awal Tjoheng Kamis, 01 Januari 2026 01:00
Nasrullah Mustamin, resmi dilantik kembali sebagai Direktur PDAM Sinjai untuk masa jabatan 2025–2030 ||irman@harian.news
Nasrullah Mustamin, resmi dilantik kembali sebagai Direktur PDAM Sinjai untuk masa jabatan 2025–2030 ||[email protected]

HARIAN.NEWS, SINJAI – Isu praktik politik jasa titipan (jastip) mencuat dalam proses pelantikan Direktur PDAM Sinjai.

Dugaan tersebut disampaikan MS, yang meyakini adanya keterlibatan mantan Bupati Sinjai dalam proses penunjukan pucuk pimpinan perusahaan daerah itu.

Meski masih berupa dugaan, isu ini telanjur mengusik ruang publik dan menimbulkan tanda tanya besar soal independensi kebijakan daerah.

Baca Juga : Di Balik Janji Tersangka SPAM Sinjai, Ada Nama Besar yang Tak Tersentuh?

Menyeruaknya politik jastip di Sinjai menjadi tamparan keras bagi Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif.

“Sebagai bupati perempuan pertama di Sinjai yang dikenal berlatar belakang birokrat matang, masyarakat menaruh harapan besar pada kepemimpinan yang rasional, objektif, dan bebas dari intervensi kepentingan lama.

Namun ketika proses strategis seperti penunjukan Direktur PDAM justru diselimuti isu tarik-menarik kepentingan, ancaman terhadap stabilitas politik pun kian nyata,” ujar MS,Rabu (31/12/2015).

Baca Juga : Mutasi Kasi Pidsus Menguat Saat Nama Bupati Sinjai Terseret di Kasus SPAM

“Harapan akan kesejahteraan masyarakat seharusnya lahir dari kebijakan yang rasional dan berpihak pada kepentingan masyarakat, bukan dari intervensi politik yang berujung pada diskriminasi dan pengabaian meritokrasi. Ketika proses birokrasi dipersepsikan tidak adil, kepercayaan publik menjadi taruhan yang mahal,

Slogan “Bebas, Merdeka, Getteng Lampu” semestinya tidak berhenti sebagai jargon kampanye. Ia harus menjelma menjadi sikap dan kebijakan nyata.

Sebab di titik inilah masyarakat Sinjai mulai bertanya,apakah kematangan birokrasi masih menjadi moral force, atau justru tereduksi oleh kompromi politik yang melemahkan etika kepemimpinan?

Baca Juga : Uang Negara Diselidiki, Aktor Kasus SPAM Sinjai Belum Terungkap

Di tengah situasi ini, nilai-nilai kearifan lokal,Sipakalebbi, Sipakatau, Sipakainge,justru terasa mengalami anomali. Padahal, falsafah tersebut mengajarkan saling menghormati, memanusiakan, dan saling mengingatkan dalam koridor etika dan keadilan. Ketika nilai itu memudar, politik kehilangan rohnya, dan kekuasaan menjauh dari tujuan mulianya,” tambahnya.

Diketahui,setelah melalui proses panjang, Nasrullah Mustamin kembali memimpin Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Sinjai Bersatu.

Nasrullah Mustamin, resmi dilantik kembali sebagai Direktur PDAM Sinjai untuk masa jabatan 2025–2030.

Baca Juga : Nasrullah Kembali pimpin Perumda Sinjai

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Rabu sore (31/12/2025).

Momentum ini sekaligus menandai keberlanjutan kepemimpinan Nasrullah setelah sebelumnya juga menjabat sebagai direktur.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan disaksikan sejumlah pejabat penting daerah.

Dalam pengambilan sumpah, Nasrullah dengan tegas menyatakan komitmennya menjalankan amanah jabatan sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Demi Allah saya bersumpah akan setia terhadap UUD 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,”tiru Nasrullah mengikuti lafaz sumpah yang dibacakan Bupati Sinjai. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : IRMAN BAGOES

Follow Social Media Kami

KomentarAnda