Logo Harian.news

Merdeka Belanja di Toko Kelontong, QRIS Lancar Pakai Telkomsel

Editor : Redaksi Sabtu, 30 Agustus 2025 22:24
Alifka (20) saat memperlihatkan aplikasi by.U Telkomsel. (Foto: Gita/HN)
Alifka (20) saat memperlihatkan aplikasi by.U Telkomsel. (Foto: Gita/HN)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Siang yang terik di Jalan Landak Baru, Kota Makassar, Alifka (20) tampak sibuk melayani pelanggan di sebuah toko kelontong bernama Toko Wahyudi. Senyum tipisnya tidak pernah lepas meski antrean pembeli cukup panjang. Di meja kasir sederhana, tampak sebuah papan kecil bertuliskan “Bayar di sini dengan QRIS”.

Tangan Alifka lincah mengecek pembayaran QRIS dari ponsel pelanggan, sementara di rak belakangnya berjejer barang kebutuhan sehari-hari.

“Sekitar 70 persen pembeli sekarang lebih memilih pakai QRIS,” ujarnya saat dikonfirmasi harian.news, Rabu (27/08/2025). Sisanya, lanjut dia, masih menggunakan uang tunai.

Baca Juga : Telkomsel Pamasuka Pastikan Jaringan Tetap Andal di Momen Natal dan Tahun Baru 2026

Fenomena ini menunjukkan perubahan besar di lingkungan toko kelontong tradisional. Jika dulu transaksi hanya mengandalkan uang cash, kini digitalisasi semakin kuat. Di balik kemudahan itu, ada jaringan yang menjadi penopang utama.

“Semua bisa lancar karena sinyal Telkomsel stabil,” kata Alifka.

Bagi karyawan muda itu, Telkomsel bukan sekadar penyedia layanan telekomunikasi, melainkan bagian dari denyut ekonomi kecil di lingkungannya. Para pengunjung bisa merdeka belanja menggunakan jaringan Telkomsel.

Baca Juga : Telkomsel Hadirkan Paket Siaga Peduli, Pastikan Komunikasi Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Sumatra Tetap Lancar

“Kalau jaringan lemot, pasti kacau. Karena setiap transaksi dari pelanggan akan selalu saya cek dulu masuk tidaknya. Tapi selama pakai Telkomsel, jarang sekali ada kendala, pembayaran QRIS langsung masuk dan ada notifikasi” ungkapnya.

Pelanggan yang datang pun beragam, mulai dari ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga pekerja kantoran.

Mereka tampak akrab dengan ponsel masing-masing, membuka aplikasi e-wallet atau mobile banking untuk menyelesaikan belanja. “Kadang lebih cepat dari uang tunai, tinggal scan selesai.”

Baca Juga : Rumah Kultivasi Lamun Dibangun di Selayar, Telkomsel Dorong Edukasi dan Pelestarian Lingkungan Pesisir

Situasi ini membuat toko lebih efisien. Tidak lagi repot mencari kembalian receh atau menghitung manual. Semua tercatat otomatis di sistem.

Bagi Alifka, ini meringankan pekerjaan sehari-hari yang sudah dijalaninya lebih dari tiga tahun.

Digitalisasi yang merambah hingga ke toko kelontong sederhana menjadi bukti semangat Telkomsel dalam membangun ekonomi dari bawah, didukung jaringan 4G yang merata.

Baca Juga : Telkomsel Gercep Pulihkan Jaringan hingga Salurkan Bantuan Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Tidak hanya itu, Alifka juga mempercayakan layanan by.U sebagai produk digital Telkomsel yang juga makin akrab dengan generasi muda.

Bagi Alifka, menggunakan by.U sangat efesien. Paket data murah untuk kebutuhan harian sangat membantu. Termasuk saat bertransaksi.

“Semua bisa dilakukan lewat aplikasi by.U, mulai dari pilih nomor, beli paket data, isi pulsa, sampai bayar. Tidak perlu datang ke gerai,” ucapnya.

Selain itu, Alifka juga bisa memilih paket data sesuai kebutuhan, seperti pilih kuota utama, tambahan (top-up kuota), hingga kuota aplikasi (misalnya kuota khusus YouTube, Instagram, TikTok, Spotify, dll).

“Jadi hanya bayar yang benar-benar dipakai.”

Tak hanya itu, keuntungan lain menggunakan by.U Telkomsel cenderung lebih hemat dibanding paket reguler Telkomsel, karena fokus pada kuota internet dan digital lifestyle.

“Saya yang pakai jaringan 4G juga bisa mengakses lebih cepat dan stabil apalagi untuk kebutuhan streaming sehari-hari,” tutur Alifka.

Dengan ekosistem digital ini, Telkomsel tidak hanya menghadirkan koneksi dan kemudahan, tetapi juga menghidupkan semangat inovasi masyarakat.

“Kalau semua serba mudah, pelanggan senang, toko juga ikut terbantu,” tutur Alifka.

Toko Kelontong Tumbuh Bersama Telkomsel

Riskawati (21) sedang melayani pelanggan yang ingin bertransaksi. (Foto: Gita/HN)

Beranjak sekitar dua kilometer dari Toko Wahyudi, tepat di depan Rumah Sakit (RS) Faisal, berdiri sebuah toko kelontong yang cukup mencuri perhatian. Dari luar, suasananya sudah tampak hidup. Rak penuh barang kebutuhan sehari-hari berjajar rapi, sementara kerupuk beraneka rupa bergelantungan di depan pintu, menambah kesan meriah.

Saat melangkah masuk, mata langsung tertuju pada sebuah gambar QRIS yang terpampang jelas di dekat meja kasir, seakan memberikan informasi kepada siapa saja yang ingin melakukan transaksi non tunai.

Riskawati (21), anak pemilik toko yang setiap hari membantu ibunya menjaga usaha keluarga. Ia mengaku semakin terbantu dengan kehadiran QRIS. Menurutnya, banyak pelanggan, terutama anak muda dan pekerja kantoran sekitar Jalan Faisal, lebih memilih transaksi digital ketimbang uang tunai.

“Sejak ada QRIS, pembeli makin banyak, dan keuntungan juga ikut meningkat. Selain itu, lebih praktis juga” ungkapnya.

Tak sampai disitu, Riska sapaannya mengatakan transaksi digital seperti QRIS lebih terbantu lagi dengan adanya jaringan andal seperti Telkomsel.

Dengan kualitas 4G yang stabil, toko kelontong milik keluarga Riska tidak pernah mengalami kendala saat melayani pelanggan. Baik pagi maupun malam, pembayaran QRIS dapat diproses hanya dalam hitungan detik.

Riska bercerita, awalnya ia ragu apakah jaringan di lingkungan sekitar bisa mendukung transaksi digital. Namun, setelah mencoba, ternyata Telkomsel hadir sebagai penopang utama.

“Kalau jaringan lambat, pasti menjengkelkan.Karena harus tunggu dulu beberapa saat hinnga notifikasi masuk. Tapi syukurnya di sini Telkomsel kencang sekali,” katanya dalam logat Makassar.

Bagi Riska, perubahan ini tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menumbuhkan rasa bahagia. Ia merasa toko keluarganya kini tidak kalah dengan minimarket modern, karena bisa melayani pembayaran digital dengan cepat dan aman.

Keberadaan Telkomsel 4G pun dinilai sangat memimpin dalam mendukung kemajuan teknologi digital di lingkungannya. Warga sekitar ikut merasakan manfaat, mulai dari belanja lebih mudah hingga kegiatan sehari-hari yang terhubung dengan internet tanpa hambatan.

“Dulu orang sering menanyakan apakah bisa bayar pakai QRIS. Sekarang semua sudah terbiasa, bahkan lebih senang karena cepat dan praktis. Semua itu bisa jalan lancar karena jaringan Telkomsel memang bisa diandalkan,” tutur Riska.

Pelanggan Senang Pakai Telkomsel

Darman (45) saat berbelanja di Toko Wahyudi, Jalan Landak Baru, Kota Makassar. (Foto: Gita)

Darman (45), warga Makassar yang sudah langganan berbelanja di Toko Wahyudi Landak Baru mengaku semakin terbiasa bertransaksi non-tunai. Menurutnya, memanfaatkan jaringan Telkomsel sangat memudahkan pembayaran lewat QRIS.

Darman mengatakan, jaringan Telkomsel sudah ia gunakan sejak 10 tahun terakhir. Keandalan jaringan Telkomsel dalam mendukung berbagai kebutuhan digital membuatnya enggan berpindah ke operator lain.

“Kalau pakai Telkomsel, transaksi QRIS langsung terbuka cepat, tidak perlu menunggu lama dan tidak lemot,” ujarnya.

Tak hanya itu, selain kualitas jaringan, Darman juga menilai paket kuota Telkomsel cukup terjangkau. Ia biasanya membeli paket internet 17 GB seharga Rp55 ribu dengan masa aktif 30 hari.

“Paket ini sudah mencukupi kebutuhan saya mengakses media sosial, berkomunikasi lewat aplikasi pesan, hingga mendukung transaksi digital sehari-hari,” jelasnya.

Bagi Darman, penggunaan QRIS bukan hanya mempermudah proses pembayaran, tetapi juga memberikan rasa aman dan praktis.

“Jadi, kalau jaringan stabil, saya juga senang melakukan transaksi digital. Tanpa lemot,” bebernya.

Nyalakan Semangat Digitalisasi di Sulsel

Kehadiran jaringan 4G Telkomsel kini semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Selatan, termasuk pelaku usaha kecil seperti toko kelontong. Dengan jaringan yang stabil, pemilik toko maupun pelanggan kini lebih mudah melakukan transaksi digital, mulai dari pembayaran QRIS hingga pemesanan barang secara online.

General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Sulawesi, Asep Hermawan, menegaskan komitmen Telkomsel untuk memperluas akses broadband hingga wilayah terpencil di Sulsel.

“Telkomsel berkomitmen menghadirkan digital connectivity for all. Kami terus memperluas cakupan 4G dan mengakselerasi 5G secara bertahap, sekaligus memastikan toko-toko kecil, termasuk kelontong, bisa ikut menikmati manfaat digitalisasi,” ujarnya.

Asep menambahkan, untuk menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan kebutuhan data, Telkomsel mengandalkan sistem monitoring berbasis AI serta predictive analytics. Modernisasi jaringan dan fiberisasi BTS juga dilakukan di berbagai wilayah Sulsel agar koneksi tetap stabil.

“Kami ingin setiap transaksi digital, sekecil apa pun, di toko-toko kelontong hingga UMKM, berjalan lancar dengan jaringan Telkomsel,” jelasnya.

Lebih jauh, jaringan 4G Telkomsel dinilai menjadi tulang punggung pemerataan akses digital di sektor pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi. Toko kelontong sebagai salah satu ujung tombak ekonomi rakyat kini juga merasakan manfaat konektivitas digital, mulai dari layanan keuangan berbasis QRIS hingga akses e-commerce untuk memperluas pasar.

“Strategi kami selalu berfokus pada kebutuhan masyarakat. Untuk daerah yang minim infrastruktur, Telkomsel menghadirkan solusi seperti fixed wireless access serta program literasi digital. Dengan begitu, toko kelontong dan UMKM di Sulsel tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga tumbuh dengan dukungan teknologi,” jelas Asep.

Merdeka Belanja Pakai Jaringan Telkomsel

Kadis Kominfo Kota Makassar Muhammad Roem. (Foto: Harian.news)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Muhammad Roem, menegaskan bahwa ketersediaan jaringan digital merupakan urat nadi transformasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, dukungan jaringan 4G Telkomsel membuat toko kelontong yang selama ini identik dengan transaksi tunai, kini semakin merdeka sebagai merchant digital melalui QRIS.

“Ini bukan sekadar memudahkan pembayaran, tapi juga membuka akses pelaku UMKM ke ekosistem ekonomi digital. Mulai dari e-wallet, layanan perbankan, hingga marketplace online,” katanya dalam wawancara khusus dengan harian.news.

Roem menjelaskan, posisi Makassar sebagai pintu gerbang kawasan timur Indonesia didukung infrastruktur digital yang relatif lebih baik dibanding kota lain di Sulawesi.

Berdasarkan pemetaan, wilayah daratan Makassar tidak memiliki blankspot sinyal, sehingga jaringan 4G Telkomsel dapat menjadi pendorong UMKM, termasuk toko kelontong, agar tetap kompetitif.

“Tantangannya tinggal bagaimana jaringan ini bisa dimanfaatkan optimal oleh pelaku usaha, sekaligus bagaimana provider dapat mengedukasi mereka,” tambahnya.

Fokus Dinas Kominfo, lanjut Roem, adalah membantu pemilik toko kelontong memahami manfaat transaksi non-tunai, cara menggunakan QRIS, hingga manajemen keuangan sederhana lewat aplikasi digital.

“Literasi ini penting agar jaringan digital yang tersedia bisa menghasilkan nilai tambah nyata bagi pelaku UMKM,” ujar Roem.

Ia juga menekankan perlunya kolaborasi lebih luas dalam memperkuat jaringan, terutama di kawasan padat penduduk seperti lorong-lorong yang menjadi konsentrasi toko kelontong.

“Bentuk sinerginya bisa berupa perluasan titik BTS, wifi publik, hingga program pendampingan UMKM digital berbasis komunitas,” jelasnya.

Roem berharap Telkomsel dapat mengambil peran lebih besar sebagai game changer dalam ekosistem UMKM digital.

“Kami berharap Telkomsel menghadirkan jaringan yang stabil, paket data terjangkau khusus UMKM, dan program edukasi bersama pemerintah. Dengan begitu, toko kelontong tidak hanya bertahan, tapi bisa tumbuh di era digital,” pungkasnya.

PENULIS: GITA OKTAVIOLA

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda