Logo Harian.news

Minta Jangan Dibesarkan, Istana Sebut Teror Kepala Babi di Tempo Bukan Ancaman

Editor : Rasdianah Sabtu, 22 Maret 2025 11:31
Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi. Foto: ist
Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi. Foto: ist

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kepala Kantor Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi mengatakan, teror kepala babi yang dikirim ke Kantor Tempo bukan merupakan ancaman. Ia menilai hal ini dari sikap wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik Francisca Christy Rosana atau Cica di media sosial.

Francisca, kata Hasan, menanggapi teror itu dengan lelucon.

“Kami tidak mau dikaitkan dengan itu. Kan dianggap becanda oleh mereka itu ‘kalau bisa dikirim daging aja bisa dimakan mungkin itu bisa dimasak’. Jadi menurut saya itu bukan ancaman,” kata dia di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta Pusat, dikutip harian.news dari dari laman tempo.co, Sabtu (22/3/2025).

Baca Juga : Sengketa Tempo – Kementan, Dewan Pers Ambil Alih Setelah Putusan PN Jaksel

Menurut Hasan, masalah itu merupakan masalah Tempo dengan pihak lain. Pemerintah tidak mau dikaitkan dengan teror itu.

“Ini kan kami engga tahu. Ini problem mereka dengan entah siapa. Entah siapa yang mengirim. Buat saya engga bisa tanggapi apa-apa,” kata Hasan.

Hasan juga mempertanyakan, apakah kepala babi yang dikirim memang benar seperti itu atau hanya lelucon.

Baca Juga : Kementan Tegaskan Komitmen Bela Petani Usai PN Jaksel Tolak Mengadili Gugatan

“Apakah itu beneran seperti itu. Atau cuma jokes. Karena mereka menanggapinya dengan jokes,” kata Hasan.

Hasan pun meminta tidak perlu membesarkan kasus teror ini. Pemerintah Prabowo Subianto menjamin kebebasan pers.

“Pemerintah tidak ikut campur sama sekali dalam membuat berita. Pemerintah hanya meluruskan kalau medianya salah paham. Kami luruskan. Kalau nulis statemen salah kami luruskan,” kata dia.

Baca Juga : Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah Sebut Gugatan Mentan ke Tempo Sebagai Uji Akuntabilitas Publik

Konsorsium Jurnalisme Aman yang terdiri dari Yayasan Tifa, Human Rights Working Group (HRWG), dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) sebelumnya mendesak pemerintah untuk memberikan perlindungan nyata terhadap kebebasan pers.

Desakan ini muncul menyusul aksi teror berupa pengiriman paket berisi kepala babi kepada jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana (Cica), pada Rabu, 19 Maret 2025.

Sebagai informasi, Cica adalah salah satu host siniar “Bocor Alus Politik”. Ia menerima paket berisi kepala babi, yang baru dibuka pada Kamis sore, 20 Maret 2025.

Baca Juga : GP Ansor Pertanyakan Serangan Tempo ke Mentan di Tengah Isu Mafia Pangan

Teror kepada redaksi Tempo tidak hanya terjadi pada Cica. Sebelumnya, host siniar lainnya, Hussein Abri Dongoran, mengalami dua kali perusakan kendaraan oleh orang tak dikenal pada Agustus dan September 2024. Kejadian tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas jurnalistik yang dilakukan Hussein.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda