Logo Harian.news

Model Kepemimpinan SAR Dalam Menjawab Tantangan Kepemimpinan Daerah

Editor : Redaksi II Rabu, 20 September 2023 15:01
Model Kepemimpinan SAR Dalam Menjawab Tantangan Kepemimpinan Daerah

Oleh : Dr. Mahmud
(Calon Anggota DPRD Prov.Sulsel Dapil Makassar 2 Partai Nasdem)

HARIAN.NEWS – Sustainable And Responsible (SAR) Leadership merupakan model kepemimpinan dari perpaduan antara keberlanjutan dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dalam sebuah mata rantai kehidupan yang didalamnya pemerintah dan masyarakat serta pemangku kepentingan lainya.

Kepemimpinan keberlanjutan dan bertanggung jawab adalah sebuah konsep yang berdasarkan pola pikir bahwa pemimpin memiliki komitmen nyata untuk menyelesaikan berbagai isu tentang gender, lingkungan, perekonomian yang adil dan merata, energi, dan lain-lain.

Baca Juga : Bimtek NasDem Sulsel, Legislator Andi Odhika Cakra Sampaikan Ini

Selain itu, mereka juga fokus pada promosi sumber daya dan kesejahteraan di tingkat individu (rakyat) dan organisasi (lembaga) yang dapat berkontribusi terhadap kehidupan masyarakat dan Instansi yang lebih produktif dan efisien.

Menurut Fabio dan Peiro (2018), gaya kepemimpinan ini berfokus pada keberlanjutan sumber daya manusia yang dapat mendukung pengembangan organisasi yang berkelanjutan.

A. Pemimpin berkelanjutan ( Sustaible Leadeship)

Baca Juga : Fraksi NasDem Makassar Temui Wali Kota Munafri: Minta Tuntaskan Fasum GMTD dan Persoalan Sampah

Hal yang paling penting tentang pemimpin keberlanjutan adalah mereka melihat sebab-akibat secara jangka panjang, organisasi yang dipimpinnya berperan lebih besar.

Dalam mencapai peran yang lebih besar, pemimpin keberlanjutan memiliki lima karakter yang sangat baik agar memberikan hasil yang memenuhi standar lingkungan, sosial, dan finansial.

Pertama, mereka adalah pemimpin yang moral-driven. Pemimpin ini lebih mempertimbangkan kemanfaatan dari kebijakan yang dibuatnya baik bagi manusia (rakyat), Instansi ataupun bagi seluruh mahluk tanpa kecuali. Mereka memiliki kompas moral yang jelas dan terarah sehingga garis batas kebijakannya jelas bersifat umum.

Baca Juga : Ari Ashari Usulkan Akses Masuk Stadion Untia Dijadikan Lintasan Drag Race

Kedua, pemimpin keberlanjutan juga berpikir secara holistik. Pendekatan sistem menjadi tujuannya, bahwa segala sesuatunya terhubung dan jika salah satunya rusak, maka akan menganggu keseluruhan kerja sistemnya. Olehnya itu berpikir dalam sistem, pemimpin keberlanjutan memikirkan dengan sangat matang kebijakannya, sehingga tidak merusak sistem yang sudah terbangun.

Ketiga, berpikiran terbuka juga merupakan karakter yang ada di diri pemimpin keberlanjutan. Dengan era VUCA, Volatile (bergejolak), Uncertain (tidak pasti), Complex (kompleks), dan Ambiguity (tidak jelas) saat ini, banyak dinamika yang akan memengaruhi kebijakannya. Pemimpin harus mampu mengidentifikasi tren yang sedang terjadi dan mengubahnya menjadi peluang membuat kebijakan yang bisa menjawab tantangan dan berkontribusi terhadap keberlangsungan kehidupan alam semesta (people, profit dan planet).

Keempat, pemimpin keberlanjutan memimpin dengan empati. Mereka punya kecerdasan emosi yang baik, karena pemimpin keberlanjutan memahami dengan baik bahwa mengubah sesuatu membutuhkan kesabaran dan kegigihan.

Baca Juga : Pro Kontra, Fraksi NasDem Dukung Gubernur Kaji Ulang Tambang Emas di Luwu

Selain itu, sosok ‘sustainable leaders’ mampu melihat situasi dari kacamata orang lain. Mereka tidak mudah untuk menilai sesuatu. Pemimpin keberlanjutan juga tulus dan rendah hati. Mereka melihat value seseorang dan belajar darinya.

Kelima, mereka berani mewujudkan visinya. Ini salah satu yang paling penting dari sosok ‘sustainable leaders’,mengetahui bahwa perjuangan mereka untuk berdampak pada masyarakat dan planet sambil mendapatkan keuntungan merupakan hal yang menantang. Oleh karena itu, pemimpin keberlanjutan perlu kreatif dan inovatif dalam menemukan jalan terbaik mewujudkan visinya.

B. Kepemimpinan yang bertanggung jawab (Responsible Leadership)

Pemimpin yang bertanggung jawab harus mampu memberikan kinerja organisasi, sekaligus bertindak secara berkelanjutan, dan berinovasi untuk kesuksesan jangka panjang.

Dalam pengertian yang sangat mendasar, kepemimpinan yang bertanggung jawab dapat didefinisikan sebagai pengelolaan interaksi pemerinah sebagai lembaga dengan masyarakat yang bertujuan untuk mengatasi berbagai kekhawatiran pemangku kepentingan instansi dan masyarakat dalam memberikan kontribusi terhadap berbagai keuntungan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan. Oleh karena itu, pemimpin adalah orang yang memungkinkan dan memoderasi interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan.

lima aspek relevan bagi kepemimpinan yang bertanggung jawab pada kondisi saat ini :

1) mampu membuat penilaian etis berdasarkan informasi mengenai norma dan aturan yang ada;

2) menunjukkan keberanian moral dan mendambakan perubahan positif ;

3) terlibat dalam pemikiran jangka panjang dan pengambilan perspektif;

4) berkomunikasi secara efektif dengan pemangku kepentingan; Dan

5) berpartisipasi dalam pemecahan masalah kolektif.

tujuannya bukan hanya melakukan yang terbaik bagi lembaga, namun juga bercita-cita menjadi kekuatan umum demi kebaikan yang menghasilkan perubahan positif.

Kepemimpinan yang bertanggung jawab menawarkan kemungkinan untuk menemukan solusi yang saling menguntungkan bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pemecahan masalah.

Model Kepemimpinan SAR (SAR Leadership) menjadi pilihan dalam sebuah kememimpinan daerah untuk lebih mengerakkan semua potensi yang dimiliki dalam mencapai tujuan bersama yang memiliki nilai keberlanjutan dan bertanggung jawab sehingga mampu memberikan jaminan pada kehidupan generasi muda dimasa yang akan datang.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda