Logo Harian.news

Moment HAN ke-40: YKI, PERWOSI dan PIII Sulsel Edukasi IRT Soal Pencegahan dan Penanganan Kanker pada Anak

Editor : Gita Minggu, 07 Juli 2024 09:41
Moment HAN ke-40: YKI, PERWOSI dan PIII Sulsel Edukasi IRT Soal Pencegahan dan Penanganan Kanker pada Anak

HARIAN.NEWS, MAKASSAR —Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sulsel bersama Persatuan Istri Insinyur Indonesia (PIII) Sulsel dan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) memperingati momentum Hari Anak Nasional ke-40 Tahun 2024.

Momentum peringatan tersebut diramu dalam agenda Seminar tentang penyakit leukimia pada anak. Sebanyak 200 ibu rumah tangga menghadiri kegiatan dan mendapat kesempatan belajar merawat anak agar terhindar dari penyakit tersebut.

Kegiatan ini menggandeng PKK Sulsel dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-DALDUK KB) Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Peringati HAN, Tiga Organisasi Perempuan di Sulsel Kolaborasi Gelar Seminar Ibu dan Anak

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Sulsel, Liestiaty F Nurdin mengatakan peringatan hari anak ini lebih membahas mengenai penyakit yang mudah didapat oleh anak.

Sebut saja kata dia, saat ini ada beberapa kasus kanker pada anak. Hampir setiap hari YKI Sulsel mendapat laporan kalau ada anak lagi yang terdata kena kanker.

“Makanya di hari anak ini, kami betul-betul mencari solusi untuk ini,” tuturnya di Baruga Karaeng Pattingalloang, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (06/07/2024).

Baca Juga : PIII Sulsel Buka Puasa Bersama dan Bagi-bagi Santunan kepada Anak Yatim di Makassar

Lies mengatakan untuk itu didatangkan dokter ahli menjadi pemateri. Dokter memberikan kiat-kiat pencegahan kanker pada anak.

“Lalu ada juga pembahasan terkait dengan perubahan iklim yang bisa mempengaruhi kesehatan anak,” ucapnya.

Tak hanya itu, kesehatan anak juga sebaiknya diperhatikan dari dalam kandungan. Lies bercerita jika waktu dirinya hamil di Jepang, ia sempat melahirkan satu anaknya di negeri sakura tersebut.

Hebatnya disana, ketika pemerintah mengetahui ada yang hamil, maka dilarang minum vitamin. Ini karena dianggap makanan sehari-hari sudah memenuhi kebutuhan.

“Perhatian pemerintah Jepang sangat baik terkait kesehatan ibu hamil dan anak. Sebab kita diberikan susu setiap bulan, dan diperiksa langsung dikecamatan. Ini yang mesti di contoh,” tuturnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-DALDUK KB) Provinsi Sulawesi Selatan, Hj Andi Mirna mengatakan salah satu kerja berat dari Dinas DP3A yaitu menjaga dan memantau kesehatan ibu hamil yang ada di lingkungannya.

“Kita harus jaga bagaimana bayinya bisa sehat. Karena ini juga salah satu bentuk kepedulian kepada anak yang akan dilahirkan nantinya,” ucapnya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda