HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Suasana hangat dan penuh nostalgia menyelimuti Saung Lombok, Tangerang, Sabtu (31/5/2025), saat puluhan alumni SMA Kartika Makassar berkumpul dalam agenda silaturahmi Forkom Jabodetabek.
Acara ini bukan sekadar reuni, melainkan penanda penting perjalanan 15 tahun forum komunikasi alumni yang telah dirintis sejak 2010 di Jakarta.
Jean Lopulisa, inisiator berdirinya Forkom Jabodetabek SMA Kartika Chandra Kirana Makassar, mengatakan bahwa momentum ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penghormatan terhadap para pendahulu.
Baca Juga : Munafri Arifuddin: Hari Ini Makassar Posisi Siaga
Khususnya almarhum Andi Tenri Moeis, SH, yang sempat memimpin Forkom sebelum wafat pada November 2024 lalu.
“Kita tidak hanya berkumpul untuk bersua, tapi juga mengenang jasa dan komitmen para alumni yang lebih dulu membangun pondasi kebersamaan ini,” ujar Jean kepada harian.news, Minggu (01/06/2025).
Silaturahmi ini menjadi ruang yang mempersatukan lintas generasi alumni—dari yang masih menempuh studi, tengah meniti karier, hingga yang sudah memasuki masa pensiun namun tetap aktif menjalin hubungan di wilayah Jabodetabek.
Baca Juga : Kolaborasi Internasional, Makassar Tetapkan Langkah Menuju Kota Nol Karbon
Jumlah alumni yang terus bertambah setiap tahun menunjukkan bahwa semangat kekeluargaan mereka tak lekang oleh waktu.
Salah satu agenda penting dalam pertemuan ini adalah pemilihan Ketua Forkom yang baru.
Jean menyebut bahwa calon pemimpin ke depan haruslah sosok yang tidak hanya aktif, tapi juga kredibel, komunikatif, dan menjunjung nilai-nilai etika dalam mengelola organisasi.
Baca Juga : Perempuan Wajib Nonton! Film Penerbangan Terakhir Angkat Isu Love Bombing dan Manipulatif
“Ketua alumni ke depan wajib alumni resmi SMA Kartika Makassar. Ia harus punya visi jelas, pengalaman organisasi, dan tentu saja mampu membawa Forkom menjadi ruang kolaborasi yang relevan lintas generasi,” lanjut Jean.
Forkom diharapkan tak hanya sebagai tempat temu kangen semata, melainkan juga platform strategis untuk berjejaring, mendukung satu sama lain, bahkan berkontribusi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Dalam sesi diskusi, Ketua Panitia, Fery June, menegaskan bahwa Forkom Jabodetabek bukan komunitas eksklusif.
Baca Juga : Sidak di MGC, Munafri Tegur Pegawai Santai Merokok Saat Jam Kerja
aaIa merangkul seluruh alumni SMA Kartika—baik yang pernah menyandang nama SMA Kachak (1971–1983), SMU Kartika LXXI (1984–2002), hingga SMAS Kartika (2002–kini).
“Kita semua disatukan dalam semangat Kartika. Tak peduli angkatan berapa, semua punya tempat untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat solidaritas di perantauan,” kata Fery.
Koordinasi kegiatan juga dilakukan dengan baik. Nusul Sabara selaku Humas Panitia Pelaksana menyebut bahwa pihaknya telah lebih dahulu melaporkan dan meminta restu kepada H. Idris Manggabarani, SE, selaku Ketua Umum IKA SMA Kartika Pusat di Makassar.
“Forum komunikasi ini adalah bagian dari IKA Kartika secara nasional. Apa yang kita lakukan di Jakarta tetap terhubung dengan Makassar sebagai pusat organisasi,” ungkap Nusul.
Acara semakin meriah saat sesi pembagian door prize dimulai. Beragam hadiah menarik mulai dari barang kejutan hingga cendera mata penuh kenangan dibagikan kepada para peserta yang beruntung.
Strategi berburu hadiah pun beragam. Ada yang pasrah pada keberuntungan, ada yang berdoa sebelum nomor diundi, bahkan ada yang yakin karisma sebagai alumni lawas bisa membawa hoki lebih besar.
Namun yang paling penting, semua alumni pulang dengan wajah berseri. Tak hanya karena hadiah yang mereka bawa, tapi karena semangat kebersamaan yang tumbuh makin kuat—menegaskan bahwa persahabatan sejati tak lekang oleh waktu.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
