HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Makassar,Munafri Arifuddin, menyatakan diri siap kembali bertarung pada kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar tahun 2024 mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Appi, sapaan akrabnya, setelah mendapatkan surat tugas dari Partai Golkar untuk ikut maju bertarung Pilwalkot Kota Makassar.
“Jadi DPP Golkar beberapa bulan lalu telah mengeluarkan surat tugas kepada beberapa kandidat untuk bertarung di pemilihan kepala daerah dan itu sudah saya mendapatkan surat tugas dari DPP partai Golkar untuk maju di Pemilu Wali Kota Makassar 2024 yang akan datang,” bebernya kepada Harian.News, Selasa (30/1/2024).
Baca Juga : Munafri Arifuddin: Hari Ini Makassar Posisi Siaga
Kendati saat ini dirinya tengah bertarung sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) di Dapil Makassar A.
Appi tidak menapik jika langkah tersebut sekaligus untuk mengetes suaranya pada persiapan Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2024 nanti.
“Kita melihat dulu seperti apa hasil perolehan partai kita di pemilu legislatif, karena ini menjadi tolak ukur kita masuk kontestasi berikutnya, artinya persiapan itu telah dibahas dari awal di dalam pemilu legislatif ini karena aturan untuk mengusulkan lebih dari 20% suara di parlemen, na sehingga kita harus fokus dulu,” terangnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Lantik Pengurus FKPP, Nurfadjri Fadeli Luran Didaulat Menjadi Ketum FKPP Kota Makassar
Sesuai dengan tahapan kampanye yang ditetapkan KPU, Appi mengaku akan mulai melakukan kampanye Pilwalkot pada Mei mendatang.
“Kalau gak salah tahapannya mulai di bulan Mei. Liat nanti kalau jumlah dukungan partai politik memenuhi syarat dan diusung oleh partai politik tentu kita akan ikut semua tahapan itu,” katanya.
Meski saat ini kontestasi Pilwalkot tidak diikuti oleh petahana, Appi mengaku setiap kontestasi akan selalu ada persaingan yang kuat.
Baca Juga : Sidak di MGC, Munafri Tegur Pegawai Santai Merokok Saat Jam Kerja
“Sehingga memang harus diputuskan, yang namanya Pemilu kandidat atau calon yang punya potensi akan diuji oleh masyarakat siapa yang mendapatkan suara terbanyak itulah yang akan dipilih,” tutupnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
