Logo Harian.news

P2G Ingatkan Pemerintah, Jangan Terburu Hidupkan Ujian Nasional 2026

Editor : Andi Awal Tjoheng Sabtu, 04 Januari 2025 12:36
Kegiatan siswa di kelas saat proses belajar mengajar di SDN 187 Maccini Sinjai, P2G mengingatkan pemerintah agar tidak tergesa menghidupkan kembali Ujian Nasional pada 2026 ||dok:harian.news
Kegiatan siswa di kelas saat proses belajar mengajar di SDN 187 Maccini Sinjai, P2G mengingatkan pemerintah agar tidak tergesa menghidupkan kembali Ujian Nasional pada 2026 ||dok:harian.news

P2G: Libur Ramadhan Berisiko Hambat Capaian Kurikulum

Selain soal UN, P2G turut mengkritisi wacana pemerintah untuk meliburkan sekolah selama Ramadhan. Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, menyebut kebijakan ini berpotensi membawa dampak negatif bagi dunia pendidikan.

Baca Juga : MK Gratiskan Pendidikan Dasar Swasta, Begini Kata Kementerian Pendidikan

“Prinsip utama pendidikan adalah memberikan layanan belajar kepada semua siswa. Libur penuh selama Ramadhan justru akan menimbulkan berbagai masalah, mulai dari ketertinggalan kurikulum hingga dampak sosial,” ujar Satriwan.

Pertimbangan Penting
Menurut P2G, ada lima hal yang perlu diperhatikan sebelum kebijakan libur Ramadhan  diterapkan:

Hak Pendidikan Semua Siswa
Libur Ramadhan bisa menciptakan ketimpangan layanan bagi siswa non-Muslim, sementara siswa Muslim juga kehilangan waktu belajar.

Baca Juga : Perubahan SPMB Dinilai tak Selesaikan Persoalan, P2G: Hanya Berganti Istilah

Kesejahteraan Guru Swasta
Guru di madrasah swasta yang bergantung pada SPP menghadapi risiko pemotongan gaji jika siswa diliburkan selama satu bulan penuh.

Pengaturan Jadwal Belajar
P2G menyarankan modifikasi jam belajar selama Ramadhan, seperti pengurangan durasi jam pelajaran atau kegiatan berbasis spiritual seperti Pesantren Ramadan.

Pengawasan Anak Didik
Libur penuh mengalihkan tanggung jawab pengawasan siswa ke orang tua, yang sering kali tidak memiliki cukup waktu atau kemampuan untuk memantau anak-anak mereka.

Baca Juga : UN Berganti Wajah, Sistem Baru Mulai Diterapkan November 2025

Dampak Sosial
“Waktu libur yang panjang justru berpotensi meningkatkan learning loss, adiksi terhadap gadget, hingga risiko kekerasan remaja seperti tawuran,” jelas Satriwan.

Rekomendasi P2G
P2G mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan kebijakan yang lebih fleksibel dan efektif, seperti kombinasi belajar formal dengan kegiatan Ramadhan yang memperkuat nilai-nilai spiritual tanpa mengorbankan capaian kurikulum.

“Ramadhan bisa menjadi momentum penguatan pendidikan karakter. Namun, proses pembelajaran tetap harus berjalan dengan pendekatan yang kreatif dan inovatif,” pungkasnya. ***

Baca Juga : Catatan Hardiknas P2G: Pasca Nadiem Makarim, Mulai Skor Pisa Jeblok hingga Guru Terjerat Pinjol

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda