HARIAN.NEWS, TURKI – Panglima Militer Libya, Jenderal Mohammed Ali Ahmad al-Haddad, dilaporkan tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat di Ankara, Turki pada hari Rabu, 24 Desember 2025.
Dalam peristiwa tragis ini, tujuh perwira militer lainnya juga meninggal dunia. Kecelakaan pesawat tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah al-Haddad menyelesaikan kunjungan resmi ke Ankara untuk mengikuti pembicaraan pertahanan tingkat tinggi antara kedua negara.
Menurut sumber resmi dari Libya, melansir AP News, kecelakaan ini disebabkan oleh kerusakan teknis pada pesawat yang mengangkut delegasi militer. Pemerintah Turki dan Libya sedang melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian yang mengguncang kedua negara tersebut.
Baca Juga : Bupati Jeneponto Sampaikan Belasungkawa atas Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Kunjungan yang Bertujuan Meningkatkan Kerja Sama Militer
Delegasi Libya, yang dipimpin oleh Panglima al-Haddad, sedang berada di Ankara untuk memfasilitasi dialog dan meningkatkan kerja sama militer antara Libya dan Turki. Pembicaraan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kedua negara dalam hal pertahanan, dengan harapan dapat mendorong stabilitas dan keamanan di Libya yang sedang dalam proses rekonsiliasi setelah bertahun-tahun terpecah akibat konflik internal.
Panglima Al-Haddad: Tokoh Sentral dalam Rekonsiliasi Militer Libya
Baca Juga : Spesifikasi ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros, Fakta-fakta Terbaru
Jenderal Mohammed al-Haddad adalah sosok penting dalam upaya menyatukan militer Libya yang terbagi sejak jatuhnya rezim Muammar Gaddafi.
Sebagai panglima militer di Libya Barat, al-Haddad berperan kunci dalam mediasi yang dipimpin oleh PBB untuk merekonsiliasi berbagai faksi militer yang terlibat dalam konflik. Kepergiannya meninggalkan kekosongan yang besar dalam struktur komando militer di Libya.
Pernyataan Perdana Menteri Libya
Baca Juga : TNI AU Kerahkan Helikopter Caracal untuk Pencarian Pesawat ATR 42-500
Perdana Menteri Libya, Abdul-Hamid Dbeibah, mengonfirmasi kematian al-Haddad melalui sebuah pernyataan resmi, menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan kehilangan besar bagi Libya dan dunia internasional.
“Kami berduka cita atas kehilangan Jenderal al-Haddad yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam upaya perdamaian dan stabilitas di Libya,” kata Dbeibah.
Kecelakaan tragis ini memicu reaksi dari banyak pihak internasional, yang mengungkapkan rasa prihatin dan belasungkawa.
Baca Juga : 11 Penumpang Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Maros Teridentifikasi, Ini Daftarnya
Negara-negara yang memiliki hubungan erat dengan Libya, termasuk Turki, menyatakan dukungannya kepada keluarga korban dan berharap proses penyelidikan akan memberikan kejelasan.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
