Logo Harian.news

Pemkot Makassar Bagikan Tunjangan Khusus untuk Guru dan Tenaga Kesehatan di Pulau

Editor : Redaksi Senin, 06 Oktober 2025 16:57
Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham sat berkunjung ke pulau Kodingareng. (Foto: Humas Pemkot Makassar)
Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham sat berkunjung ke pulau Kodingareng. (Foto: Humas Pemkot Makassar)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menunjukkan perhatian nyata kepada para pengabdi yang tinggal di Pulau.

Melalui program Pemkot Makassar Peduli, pemerintah memberikan tunjangan khusus bagi tenaga guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah kepulauan.

Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus apresiasi atas dedikasi mereka yang setiap hari menyeberangi laut demi memastikan layanan pendidikan dan kesehatan tetap hadir bagi warga pulau.

Baca Juga : Munafri Arifuddin: Hari Ini Makassar Posisi Siaga

“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kota. Kewajiban kami memberikan tunjangan khusus kepada tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan yang bertugas di pulau-pulau Makassar,” ujar Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Pulau Kodingareng, Senin (6/10/2025).

Dalam kebijakan ini, wilayah kepulauan dibagi menjadi tiga zona berdasarkan jarak dan tingkat kesulitan akses. Zona III yang meliputi Pulau Langkai, Lanjukang, Lumu-Lumu, dan Bone Tambu, memperoleh tunjangan tertinggi, yakni Rp5 juta per bulan untuk tenaga kesehatan dan Rp2,5 juta untuk tenaga pendidik.\

Zona II seperti Barrang Lompo, Barrang Caddi, dan Kodingareng mendapat Rp3,5 juta untuk tenaga kesehatan dan Rp1,5 juta untuk guru. Sementara Zona I yang mencakup Pulau Lae-Lae tetap mendapatkan tambahan tunjangan, yakni Rp2 juta untuk tenaga kesehatan dan Rp700 ribu bagi guru.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Lantik Pengurus FKPP, Nurfadjri Fadeli Luran Didaulat Menjadi Ketum FKPP Kota Makassar

Munafri menegaskan, klasifikasi ini dibuat untuk memberikan penghargaan yang proporsional atas tantangan berat yang dihadapi para tenaga pengajar dan tenaga kesehatan di pulau-pulau.

“Mereka menghadapi cuaca tak menentu, ombak tinggi, dan jarak yang jauh dari daratan utama. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah agar mereka tetap bersemangat menjalankan tugasnya,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menjelaskan, terdapat dua Puskesmas yang beroperasi di wilayah kepulauan, yakni Barrang Lompo dan Kodingareng, dengan total 68 tenaga kesehatan.

Baca Juga : Sidak di MGC, Munafri Tegur Pegawai Santai Merokok Saat Jam Kerja

“Dokter yang bertugas di zona terluar menerima Rp5 juta per bulan, sedangkan perawat dan bidan Rp2,5 juta. Mereka bekerja 24 jam dan sering harus melakukan rujukan di malam hari. Ini menjadi dasar pemberian tunjangan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dari delapan pulau di wilayah kerja Dinas Kesehatan, enam telah memiliki layanan kesehatan permanen. Dua lainnya, Pulau Lanjukang dan Kodingareng Keke, masih bergantung pada rujukan ke daratan.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, yang menyebut total penerima tunjangan khusus di wilayah kepulauan mencapai 431 orang, terdiri atas 326 guru dan 105 tenaga kependidikan.

Baca Juga : Sidak Malam, Appi–Aliyah Pastikan Pemilihan RT/RW Aman Tanpa Kubu-Kubuan

“Pemberian tunjangan ini bukan sekadar angka, tapi bentuk apresiasi bagi para guru yang setiap hari menyeberangi laut untuk mendidik anak-anak di pulau-pulau Makassar,” ujarnya.

Wilayah kepulauan juga dibagi dalam tiga zona dengan besaran tunjangan berbeda, yakni Rp2,5 juta untuk guru di zona terluar, Rp1,5 juta di zona tengah, dan Rp700 ribu di zona terdekat. “Semakin jauh dan sulit aksesnya, maka tunjangan yang diterima lebih besar,” jelasnya.

Langkah kecil namun berarti ini menjadi bukti nyata kepedulian Pemkot Makassar terhadap mereka yang mengabdi di garis terdepan layanan publik.

Bagi para tenaga guru dan tenaga kesehatan di pulau-pulau, tunjangan ini bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan bentuk penghargaan atas pengabdian dan cinta mereka kepada masyarakat di batas laut Makassar.

“Ini bukan sekadar kebijakan anggaran, tapi bentuk cinta pemerintah kota kepada mereka yang setiap hari menyeberangi gelombang demi mengabdi untuk warga,” tegas Munafri.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda