BULUKUMBA,HARIAN.NEWS – Seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengalami kerugian finansial setelah terjebak dalam penipuan lewat telpon modus Anak Kecelakaan.
Korban yang tidak ingin disebutkan namanya ini menerima panggilan telepon mendadak dari seseorang yang mengaku sebagai oknum Polisi Lalu Lintas, Minggu, 6 Agustus 2023.
Pelaku berpura-pura memberi kabar bahwa anak korban sementara ditahan di kantor Satlantas setelah menabrak seorang anggota TNI yang mengalami luka cukup parah dan anak korban juga membawa barang bukti narkoba saat terjadinya kecelakaan.
Baca Juga : LBH Makassar : TNI Tidak Berwenang Tangkap Warga Sipil, Termasuk ‘Passobis’
Terkejut dengan kabar tersebut, korban langsung diminta untuk mentransfer dana sebesar Rp22 juta rupiah ke nomor rekening yang diberikan oleh pelaku, tak hanya itu korban juga diminta untuk mengisi voucher pulsa bagi anggota Satlantas sebanyak 8 nomor dengan nominal Rp500 ribu setiap nomor.
Tanpa curiga korban langsung memenuhi permintaan pelaku. Dia kehilangan total uang sebesar Rp26 juta dengan rincian Rp22 juta yang ditransfer melalui agen BRI Link ke rekening nomor 804401031803503 atas nama Juni Andri. Selain itu korban juga membeli pulsa sebesar Rp 4 juta untuk 8 nomor seluler yang berbeda seperti yang diminta oleh pelaku.
” Minggu, sekitar pukul 09.00 WITA, tiba-tiba telpon saya berdering, kemudian saya angkat dan diseberang sana terdengar suara anak menangis . Penelpon ini mengaku dari Kepolisian yang menyampaikan kabar bahwa anak saya kecelakaan dan menabrak seorang anggota TNI. Anak saya juga dikatakan membawa narkoba saat kecelakaan. Pelaku kemudian meminta sejumlah uang damai kecelakaan dan narkoba yang dibawa oleh anak saya yang katanya kecelakaan,” ucap korban kepada redaksi harian.news via seluler, Selasa, 8 Agustus 2023.
Baca Juga : Timsus Kodam XIV Hasanuddin Bongkar Sindikat “Passobis” Sidrap, 40 Orang Ditangkap
Korban yang panik tanpa berpikir panjang untuk menghubungi kerabat yang lain atau menelepon salah satu anak saya,langsung mencari agen BRI Link karena bank sedang tutup.
Korban baru menyadari bahwa dia telah menjadi korban penipuan lewat telpon dengan modus anak kecelakaan yang cerdas dilakukan oleh para penjahat berhati busuk, setelah menelepon salah satu anaknya menanyakan kabar dan ternyata anak-anaknya yang telah berkeluarga semua dalam keadaan sehat dan anaknya menyampaikan kalau orang tuanya telah menjadi korban penipuan.
Kepada harian.news, korban juga mengirimkan nomor seluler yang telah di isikan pulsa sebesar Rp500 ribu untuk dilakukan pengecekan di aplikasi pencari kontak.
Baca Juga : Pedagang Cengkih di Sinjai dan Bone Jadi Korban Penipuan Online
Saat harian.news melakukan pengecekan melalui aplikasi pencari kontak terungkap bahwa 8 nomor seluler yakni 081375488960 terdeteksi spam dengan (tipu kecelakaan),081262828591 (penipu lakalantas), 081263724793 (penipu kecelakaan),083890970992 (penipu online),
082161742996 (kecelakaan),082161473280 (Amat Anjeeng si penipu), 082161477132 (penipu)
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort Bulukumba AKBP Supriyanto,S.I.K,M.Si melalui Kapolsek Rilau Ale AKP Muhammad Arifin mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap telepon atau pesan yang mencurigakan.
Dia menyarankan untuk tidak langsung mempercayai informasi tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut. Jika ada kasus serupa masyarakat diminta untuk segera melaporkan ke pihak berwenang guna menghindari penyebaran kejahatan online yang semakin meresahkan.
Kasus penipuan online semakin marak di tengah kemajuan teknologi yang memudahkan akses komunikasi.
Oleh karena itu penting bagi setiap individu untuk tetap waspada dan meningkatkan literasi digital agar terhindar dari ancaman penipuan serupa. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
