Logo Harian.news

Perambahan Kawasan Hutan Lindung Gowa, selain Ancam Peradaban, Satwa Anoa pun Terancam Punah

Editor : Andi Awal Tjoheng Kamis, 25 Desember 2025 21:16
Anoa ||net
Anoa ||net

HARIAN.NEWS, GOWA – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Mudri Walker, seorang aktivis Kokam Muhammadiyah Kecamatan Tombolo Pao.

Menurutnya, dirinya bersama beberapa rekan-rekannya masih sempat melihat seekor hewan yang mirip dengan sapi saat melintas di kawasan hutan Erelembang.

” Orang tua kami di kampung sering menceritakan soal sekumpulan binatang yang biasa melintas di sepanjang kawasan Gunung Bawakaraeng, orang kampung menyebutnya Soko, bentuknya persis sama dengan sapi namun fisiknya agak kecil dan berwarna hitam, ketika kami lihat di beragam literasi termasuk info dari Google maka benar persis sama dengan binatang atau hewan Anoa,” ungkap Wudri Walker di sebuah acara Pemuda Muhammadiyah di Sungguminasa pekan lalu.

Baca Juga : Hoaks atau Klarifikasi? Menguji Integritas dan Tanggung Jawab Publik

Keberadaan hewan Anoa di sepanjang kawasan hutan Gunung Bawakaraeng juga diungkapkan Salam Ba’de, salah satu aktivis lingkungan hidup.

” Dalam berbagai kegiatan kami terkait lestarinya alam mulai kegiatan mendaki, aksi penghijauan, sosialisasi manfaat menjaga hutan di hampir semua titik di kawasan pegunungan Kabupaten Gowa bersama rekan aktivis lingkungan hidup, beberapa kali kami melihat kawanan hewan Anoa masih melintas di kedalaman hutan Bawakaraeng, Alhamdulillah ketika kami mengecek ke badan Margasatwa didapatkan informasi bahwa kawanan hewan langka bernama Anoa jumlahnya sudah sangat langka, kini masih hidup di kedalaman kawasan hutan yang berada di wilayah Kabupaten Bone dan Gowa, semoga keberadaannya masih bisa diselamatkan dan kuncinya adalah areal hutan lindung masih terjaga,” ungkap Salam.Ba’de kepada harian.news lewat ponselnya, Rabu sore (24/12).

Muhammad Kodri Tapa, aktivis Senior Lingkungan hidup Gowa berharap semua pihak wajib menjaga area hutan yang masih tersisa.

Baca Juga : Usai Pastikan Ada Masalah di Kawasan Hutan Erelembang, KPH Jeneberang Perlahan Sisir Kecamatan Lain

” Perambahan hutan secara sporadis pasti akan mengancam peradaban kita semua di Sulsel khususnya Gowa, Makassar dan Takalar, selain itu kehidupan margasatwa juga terancam punah, saya berharap kita masih bisa bersama mempertahankan luas kawasan yang masih ada, soal kawasan yang sudah dirambah, itu persoalan lain namun kami desak semua pihak menghentikan tindakan ini, sekali lagi, Peradaban kita di Sulsel sangat terancam apabila hutan punah,” tegas Muh. Kodri Tapa.

Persoalan yang menjadi salah satu perhatian aktivis lingkungan hidup terkait langkah penyelamatan hutan adalah persoalan regulasi.

” Kami melihat, kawasan hutan sangat gampang untuk dikeluarkan menjadi kawasan pemukiman dan industri, fakta di lapangan khusus untuk Kecamatan Tompobulu saja, ribuan kawasan hutan lindung kini statusnya berubah, selain dijadikan areal perkebunan juga dijadikan kawasan Villa bagi kalangan elit dari berbagai kalangan,” urai Andi Chan salah seorang warga Gowa, Pemerhati Lingkungan.

Baca Juga : Usai DPRD, Aktivis Desak Kasus Perambahan Hutan Lindung Diusut Tuntas

” Tompobulu adalah potret nyata perambahan hutan secara sistemik, dimana atas nama peningkatan ekonomi berbasis wisata jadi area bagi bagi lahan untuk para pemodal dan bukti awal memberikan fakta akan keterlibatan hampir semua pihak, kawasan villa adalah fakta warga lokal harus tersisih dari kampung dimana mereka dibesarkan,” tegas Andi Chan.

Ketiganya mengajak semua pihak untuk menyelamatkan kawasan hutan yang masih tersisa.

” Walaupun kita lambat bergerak, paling tidak upaya penyelamatan peradaban untuk kita semua masih dilakukan,” kuncinya. ***

Baca Juga : KPH Jeneberang Pastikan Ada Pelanggaran di Kawasan Hutan Tombolo Pao

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN

Follow Social Media Kami

KomentarAnda