HARIAN.NEWS – Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, 17 Agustus 2025 yang mengambil tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju” hadir di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.
Di balik kemeriahan peringatan HUT RI ke-80 di seluruh wilayah tanah air tahun ini, bangsa Indonesia tengah menghadapi realitas pahit seperti halnya gelombang PHK di sejumlah perusahaan, tingginya angka pengangguran, dan kebijakan efisiensi anggaran ketat yang dinilai merugikan sejumlah pihak.
Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukan bahwa 42.385 pekerja telah mengalami PHK hingga bulan Juni 2025, naik 32 persen dari tahun sebelumnya.
Baca Juga : Perindo Sulsel Rayakan HUT RI ke-80 dengan Semangat Nasionalisme
Kondisi banyaknya angka jumlah korban PHK di tanah air tersebut menciptakan ironi mendalam, di tengah bangsa ini merayakan kemerdekaan yang hampir satu abad, justru masyarakat banyak yang terjebak dalam keadaan ketidakberdayaan ekonomi.
Kemerdekaan politik yang diraih 80 tahun lalu kini membutuhkan redefinisi dalam konteks ekonomi modern, proklamasi 1945 tidak hanya tentang lepasnya bangsa ini dari penjajahan fisik, namun juga tentang cita-cita menciptakan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.
Ekonom terkemuka tanah air, Prof. Dr. Mubyarto. Pernah mengingatkan bahwa kemerdekaan sejati baru tercapai ketika seluruh rakyat dapat menikmati hasil pembangunan secara merata. Pernyataan tersebut dinilai relevan saat kita banyak melihat kesenjangan yang masih lebar.
Baca Juga : Kemerdekaan dan Pangan Kita
Peringatan HUT RI ke-80 kiranya menjadi momentum untuk merajut kembali makna kemerdekaan dalam konteks kekinian. Kemerdekaan bukan hanya terkait kedaulatan politik, namun juga kedaulatan ekonomi yang memberikan kesempatan pada rakyat untuk dapat maju dan berkembang.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
