Logo Harian.news

Perwakilan Menteri dan Lembaga Internasional Antusias Dukung Penguatan Farmakovigilans oleh BPOM

Editor : Redaksi Kamis, 18 September 2025 20:46
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar.
APERSI

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya penguatan sistem farmakovigilans demi keselamatan pasien, khususnya bayi baru lahir dan anak-anak.

Penegasan itu ia sampaikan saat membuka National Pharmacovigilance Webinar yang digelar BPOM bersama World Health Organization (WHO) dalam rangka peringatan World Patient Safety Day (WPSD) 2025, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga : Taruna Ikrar Terima Penghargaan atas Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan dari GP Farmasi Indonesia

Kegiatan hybrid di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Jakarta, ini dihadiri perwakilan lintas sektor mulai dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, organisasi profesi, perguruan tinggi, komunitas pasien, industri farmasi, hingga jajaran BPOM pusat dan daerah.

Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme tinggi untuk memperkuat ekosistem keselamatan pasien anak di Indonesia.

Momentum ini juga mendapat dukungan internasional dengan hadirnya Deputy Representative WHO Indonesia Momoe Takeuchi dan Immunization Specialist UNICEF Indonesia Andrey Tulisov.

Baca Juga : Taruna Ikrar Bawa BPOM Masuk 6 Besar Nasional IKD ASN, Tata Kelola SDM Berbasis Data Makin Kuat

Keduanya menegaskan bahwa keselamatan bayi dan anak adalah isu global yang harus ditempatkan di jantung strategi kesehatan nasional.

“Keselamatan pasien adalah hak mendasar, dan perlindungan itu harus dimulai sejak awal kehidupan,” tegas Taruna Ikrar.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki 22,75 juta anak usia 0–4 tahun, sehingga pengawasan obat, vaksin, dan layanan kesehatan anak harus benar-benar diperkuat.

Baca Juga : Gerak Cepat Hadapi Lonjakan Campak, Taruna Ikrar: BPOM Ijinkan Vaksin Dewasa

Sementara itu Deputi I BPOM William Adi Teja menambahkan, keselamatan pasien anak merupakan amanah besar BPOM.

“Setiap tarikan napas pertama seorang bayi adalah janji masa depan. Prinsip keselamatan harus menjadi komitmen tak tergoyahkan,” ujarnya.

Atmosfer webinar berlangsung hangat, memperlihatkan semangat kolaborasi antara BPOM, kementerian, lembaga internasional, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. WPSD 2025 dengan tema “Safe Care for Every Newborn and Every Child” menegaskan bahwa keselamatan generasi penerus bangsa adalah prioritas bersama.

Baca Juga : Taruna Ikrar: BPOM Resmi Dorong Kebijakan Nutri-Level, Label Gizi Depan Kemasan untuk Tekan Risiko Penyakit Tidak Menular

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda