HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pengurus Persatuan Istri Insinyur Indonesia (PIII) Perwakilan Sulawesi Selatan berbagi berkah di bulan ramadan dengan memberikan santunan kepada anak yatim serta buka puasa bersama di Sao Eating MaRI.
Kali ini, PIII menggandeng anak-anak Panti Asuhan Al-Hikmah Makassar. Sebelum buka puasa bersama, anak panti diajak bermain di Play and Later, Mall Ratu Indah (MaRI) Makassar.
Baca Juga : Mendikdasmen Mu’ti Resmikan Klinik Utama PKU Muhammadiyah Sulsel, Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Lansia
Ketua PIII Perwakilan Sulsel Liestiaty Fachrudin Nurdin mengatakan, kegiatan bersama anak-anak panti ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Manajemen Play and Later MaRI Makassar dengan memberikan mereka kesempatan untuk bermain sepuasnya.
“Ini kita laksanakan dalam rangka mendekatkan diri dengan mereka (anak-anak panti asuhan) di tengah perayaan Ramadan. Kami mengundang sekitar 40 anak panti,” katanya di sela-sela kegiatan, Jumat, (05/04/2024).
Menurut Lies, kegiatan berbagai dengan masyarakat yang membutuhkan memang telah menjadi agenda rutin dari Pengurus PIII Sulsel setiap tahunnya di bulan Ramadan.
Baca Juga : Syawalan Muhammadiyah Sulsel Dimajukan 28 Maret, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dipastikan Hadir
Ia menerangkan, hingga saat ini PIII Perwakilan Sulsel telah beranggotakan 70 orang. Dimana mereka terdiri dari istri-istri insinyur, maupun seorang insinyur.
Tak hanya itu, organisasi non profit yang bergerak di bidang sosial ini telah lama berdiri sejak lama dengan kantor pusat di Jakarta.
“Adapun program yang digagas adalah program yang menyasar untuk bantuan kepada masyarakat. Tujuannya bagaimana meningkatkan kualitas masyarakat,” terangnya.
Baca Juga : MDA Hadiri Undangan Satgas Percepatan Investasi, Bahas Dinamika Lingkar Tambang
Beberapa program yang telah digagas antara lain, mengajar masyarakat tentang pembuatan sabun, mengajar membuat pupuk dengan memanfaatkan hasil limbah.
Termasuk juga kedepannya akan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menanam pisang vendis. Ini akan kita jadikan inkubator agar nantinya keberadaan pisang ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kegiatan kita pada umumnya berfokus pada kegiatan sosial. Sebab pembangunan daerah yang merata harus didukung dengan berbagai pihak, seperti organisasi non profit. Salah satunya dalam penyaluran bantuan-bantuan yang ada,” tegasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

