Logo Harian.news

Polisi Bongkar Jaringan Pemasok Lab Narkoba Semarang, Sita 1,5 Ton Bahan

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 20 Juli 2026 12:23
Barang bukti lebih dari 1,5 ton bahan baku diduga untuk produksi karisoprodol ilegal disita polisi dalam pengembangan kasus clandestine laboratory Semarang ||(foto_Handover)
Barang bukti lebih dari 1,5 ton bahan baku diduga untuk produksi karisoprodol ilegal disita polisi dalam pengembangan kasus clandestine laboratory Semarang ||(foto_Handover)

Barang bukti yang diamankan meliputi:

30 drum karisoprodol dengan berat masing-masing 25 kilogram atau total 750 kilogram;

Baca Juga : Jual Sabu dari Kos-kosan, Pasutri Ini Dibekuk Polisi

Lima drum lidokain dengan berat keseluruhan 125 kilogram;

26 drum sildenafil citrate dengan total berat sekitar 650 kilogram.

Secara keseluruhan, polisi menyita lebih dari 1,5 ton bahan baku yang diduga menjadi bagian dari rantai produksi laboratorium gelap tersebut.

Baca Juga : Operasi Cipkon Jakpus: 8 Orang Diamankan, Sabu dan Tramadol Disita

“Secara keseluruhan, barang bukti yang diamankan mencapai lebih dari 1,5 ton bahan baku yang diduga menjadi bagian dari rantai produksi narkotika,” ujar Avrilendy.

Diduga Dipasok dari Luar Negeri

Dari hasil pemeriksaan awal, MH dan VW mengaku memperoleh bahan baku tersebut dari salah satu negara di kawasan Asia. Informasi tersebut kini menjadi fokus pendalaman penyidik untuk mengungkap asal-usul pasokan serta jalur masuk bahan kimia ke Indonesia.

Baca Juga : 3 Pria Rilau Ale Bulukumba Diciduk, Sabu 7 Gram Ikut Diamankan

Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan sindikat lintas negara yang memasok bahan baku ke laboratorium gelap di Semarang.

Penyidik masih mengembangkan penyelidikan dengan memetakan seluruh rantai distribusi, mulai dari pemasok utama, jalur impor, gudang penyimpanan, hingga pihak yang bertanggung jawab atas proses produksi dan peredaran hasil akhirnya.

“Kasus ini masih terus kami kembangkan. Kami mendalami keterkaitan para tersangka dengan jaringan internasional serta kemungkinan adanya pelaku lain yang berperan dalam rantai pasok maupun produksi narkotika ini,” kata Avrilendy.

Baca Juga : Terjerat Lagi! ASN Bulukumba Ditangkap Karena Sabu

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda