HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan, Alamsyah, menyoroti dua tantangan utama dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Palopo.
Menurutnya, politik uang dan konflik data pemilih menjadi ancaman serius yang perlu diantisipasi.
“Pada setiap PSU, tren politik uang merupakan masalah laten. Kami khawatir dengan potensi serangan fajar. Ini menjadi pekerjaan rumah besar, bagaimana mencegah dan memitigasi praktik politik uang,” ujar Alamsyah di Makassar, Sabtu (22/3/2025).
Baca Juga : Bajaj Maxride Resmi Mengaspal di Palopo, Perluas Kesempatan Kerja hingga Peluang Usaha Baru
Selain itu, ia menyoroti permasalahan data pemilih. Dalam PSU Pilkada Palopo, tidak ada pemutakhiran data dari pemungutan suara yang telah berlangsung pada 27 November 2024 lalu.
“Jangan sampai ada pemilih baru yang tiba-tiba diakomodir dalam PSU tanpa dasar yang jelas,” tegasnya.
Di sisi lain, PSU Pilkada Palopo juga akan diwarnai perubahan dalam pasangan calon. Trisal Tahir, yang sebelumnya maju sebagai calon wali kota, kini akan digantikan oleh istrinya, Naili Trisal.
Baca Juga : Palopo “Meledak” di Panggung Nasional, Resmi Jadi Kota Sangat Inovatif IGA 2025
Naili akan berpasangan dengan Akmad Syarifuddin, yang tetap menjadi calon wakil wali kota.
Dengan potensi tantangan yang ada, Bawaslu Sulsel menekankan pentingnya pengawasan ketat untuk memastikan PSU berlangsung bersih dan adil.
PENULIS: NURSINTA
Baca Juga : Didukung OKP, Darsuni “Bung ONI” Siap Mencalonkan Ketua KNPI Palopo
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
