HARIAN NEWS, MAKASSAR – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar catat 520 kasus sepanjang tahun 2024.
Jumlah tersebut kekerasan terhadap anak mendominasi dengan jumlah 381 kasus atau sekitar 73,27 persen, kasus kekerasan terhadap perempuan tercatat 139 kasus atau 26,73 persen.
Baca Juga : Viral Pengakuan Pelecehan Seksual Komika Eky, Begini Respons DPPPA Makassar
Sedangkan kekerasan berdasarkan tempat kejadian, rumah tangga mendominasi dengan jumlah 217 atau 42 persen, fasilitas umum 187 kasus, sementara sekolah 64 kasus.
Kepala Dinas PPPA Kota Makassar, Achi Soleman mengatakan, berdasarkan analisis lokasi kejadian, kekerasan terhadap anak dan perempuan paling banyak terjadi dalam rumah.
Meskipun kasus juga ditemukan di sekolah dan area publik, rumah masih menjadi tempat paling rawan terjadinya kekerasan.
Baca Juga : Awal Tahun 2025, DP3A Catat 50 Kasus Kekerasan
“Jika kita lihat dari lokasi kejadian, kekerasan paling banyak terjadi di rumah korban sendiri. Ini menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru menjadi lokasi utama terjadinya kekerasan,” kata Achi.
Selain itu, pihaknya juga menemukan fakta bahwa kekerasan seksual tidak hanya terjadi dalam relasi laki-laki terhadap perempuan, tetapi juga laki-laki terhadap laki-laki serta perempuan terhadap perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan berbasis gender semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan yang lebih luas dalam pencegahannya.
Dengan angka kekerasan yang masih tinggi, DPPPA Makassar terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Baca Juga : Makassar Catat 381 Kasus Kekerasan pada Anak di 2024: Kekerasan Seksual Mendominasi
“Kita semua harus lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika ada kasus kekerasan, segera laporkan. Jangan takut atau diam saja, karena semakin cepat ditangani, semakin baik bagi korban,” pungkas Achi Soleman.
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

