Di warung-warung kopi hingga lorong birokrasi, beredar kuat kabar bahwa penunjukan Direktur PDAM dikendalikan pihak eksternal.
Isu ini menjadi konsumsi luas masyarakat, namun tak pernah dibantah, tak pula dijelaskan oleh Bupati Sinjai.
Sinyal disharmoni semakin telanjang saat AMM absen dalam pelantikan Direktur PDAM dan peresmian Gapura Pasar Sentral Sinjai.
Baca Juga : AI Hanya Sebagai Alat Bantu, Wartawan Berintegritas Taat Kode Etik Jurnalistik
Absennya Wakil Bupati dalam agenda strategis daerah bukan sekadar persoalan teknis, melainkan indikasi pembelahan kekuasaan di level tertinggi pemerintahan.
Alih-alih memberi klarifikasi dan meredam kegaduhan, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arief justru memilih bungkam ketika dikonfirmasi soal keretakan hubungan dengan Wakil Bupati.
Diamnya Bupati bukan solusi, melainkan bahan bakar spekulasi bahwa pemerintahan Sinjai sedang dikendalikan tanpa transparansi.
Baca Juga : Indosat Gandeng Perbankan dan Regulator Perkuat Sistem Anti Spam dan Scam Berbasis AI
Sementara itu, AMM mengaku tidak mengetahui siapa pembuat flyer viral tersebut.
“Saya tidak tahu juga siapa buat itu,” tulisnya singkat melalui WhatsApp.
Namun masyarakat Sinjai menilai, persoalan utama bukanlah siapa pembuat flyer, melainkan mengapa narasi itu terasa begitu masuk akal.
Baca Juga : Dampak AI bagi Kaum Minoritas
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
