HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) berkolaborasi dengan Google Indonesia dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan menyelenggarakan Kegiatan Literasi Digital Pemilu Damai yang dilaksanakan secara luring di UpperHills Convention Hall, Kota Makassar, Kamis (1/2/2024).
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI), Budi Arie Setiadi dalam arahannya menyebut literasi digital penting untuk menciptakan situasi Pemilihan Umum (Pemilu) yang kondusif.
“Agar kita yang memilih bisa lebih memilah hoax yang tengah bertebaran di internet, jangan hanya asik menikmati saja, harus juga menyaring, jadi lihat dan saring,” tegasnya, Kamis.
Baca Juga : IPR: Langkah Budi Arie Menjauhkan Projo dari Jokowi Bisa Bermakna Dua Hal
Pj Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, dalam sambutan mengatakan khusus Sulsel terdapat 93 Juta orng yang akan melakukan pemilihan.
Akan tetapi, jika melihat pada konsep internet ataupun sosial media, jumlah 93 Juta rupanya bukan angka yang tepat, pasalnya jauh lebih banyak dari itu.
“Iya kita di Sulsel itu 93 Juta, tapi kalau mulai terjun ke Sosial media lahir semua yang berkomentar adalah warga Sulsel, jadi memang sangat penting kita harus belajar literasi digital,” ujar Bahtian nama karibnya,
Baca Juga : Ketua Umum Projo Budi Arie Merapat ke Gerindra
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
