– Pelek peyang: Putar roda depan dan belakang. Amati apakah ada putaran yang oleng ekstrem ke kiri-kanan. Pelek yang peang atau retak hampir pasti akibat benturan keras.
3. Uji Jalan: Jangan Hanya Diem-Dieman
Tes berkendara adalah tahap paling krusial. Jangan malas.
– Ngebuang atau goyang: Kendaraan motor di jalan lurus. Rasakan apakah motor terasa menarik ke satu arah (ngebuang) atau terasa goyang tidak stabil.
– Lepas setang sebentar: Di jalan lurus dan sepi, lepaskan tangan dari setang sejenak. Jika motor langsung condong ke salah satu sisi dan tubuh Anda harus ikut menyeimbangkan, hampir dipastikan rangka atau segitiga setang sudah tidak lurus.
– Getaran berlebih: Pada kecepatan tinggi, rasakan setang. Getaran tidak wajar mengindikasikan ketidakpresisian komponen depan.
4. Investigasi Fisik dan Riwayat Mesin
Detail kecil sering kali mengungkap kebohongan besar.
– Blok mesin: Periksa sisi kiri dan kanan blok mesin. Bekas gesekan panjang atau bekas las adalah bukti motor pernah bergesekan dengan aspal.
– Baut-baut: Amati posisi baut di area bodi utama dan mesin. Baut yang terlihat dol (tidak presisi), slek, atau miring menandakan komponen sering dibongkar untuk perbaikan berat.
Jangan biarkan semangat mendapatkan harga murah membutakan kewaspadaan. Sebaiknya ajak mekanik andalan untuk pengecekan lebih akurat. Motor bekas yang sehat adalah investasi kenyamanan, bukan sumber ongkos bengkel tak terduga. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
