HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Calon Wakil Wali Kota Makassar Ilham Fauzi Amir atau akrab di sapa Daeng Tayang, menyindir program retribusi sampah gratis yang ditawarkan oleh calon nomor urut 2, Rezki Mulfiati Lutfi, dalam debat Pilkada Makassar, di Hotel Dalton, Sabtu (26/10/2014).
Ilham menilai, program itu akan menurunkan standar pelayanan karena tanpa pembiayaan yang jelas, warga kehilangan hak untuk menuntut pengelolaan sampah yang optimal.
Baca Juga : Umiyati Minta Program Gratis Appi-Aliyah Tak Boleh Turunkan Kualitas Layanan
“Niat baik harus dibarengi dengan tindakan yang konsekuensinya pun dipertimbangkan. Kata gratis pasti disenangi sama masyarakat, tapi apakah layanan yang akan diterima masyarakat juga ada konsekuensi positifnya?” ujar Ilham dalam sesi tanya jawab didebat Perdana Pilwalkot Makassar.
Daeng Tayang mengatakan, program Seto – Rezki patut menjadi perhatian, pasalnya saat ini masyarakat Makassar telah terikat oleh regulasi pemerintah dimana mewajibkan pembayaran retribusi sampah.
“Kami spesifik ingin memperdalam program retribusi sampah yang ditawarkan. Layanan ini, kita terikat pada regulasi Permendagri nomor 7 tahun 2021 dan perda nomor 1 tahun 2024 yang masih mewajibkan kita membayar retribusi sampah,” jelasnya.
Baca Juga : INIMI Ajukan Gugatan ke MK, Pengamat Pertanyaankan Motif
Menurutnya jika diterapkan akan berpengaruh kepada kualitas pelayanan dan pengelolaan sampah di Kota Makassar.
Sementara itu, Rezki Mulfiati Lutfi yang diberikan kesempatan menjawab, Ia mempertahankan pandangan bahwa program iuran sampah gratis hanya berlaku bagi warga berpenghasilan rendah, bukan bagi semua pihak.
Dia menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat kecil, sementara pembiayaan retribusi tetap dikenakan pada pelaku usaha besar seperti pabrik, hotel, dan restoran.
Baca Juga : Harap Keadilan, INIMI DIA Gugat ke MK
“Jadi memang program kami iuran sampah itu, kami menggratiskan untuk, mohon maaf, warga yang berpenghasilan rendah. Karena kami tetap mengenakan pembiayaan iuran sampah itu untuk pabrik, hotel, rumah makan, itu tetap dikenakan,” jawab Rezki.
Rezki juga menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk tetap meningkatkan kesejahteraan petugas kebersihan melalui subsidi yang diambil dari sektor lain.
“Dengan kita tidak memberikan iuran sampah kepada keluarga berpenghasilan rendah, bukan berarti kita membiarkan mereka begitu terus tapi kami mengurangi dari pembiayaan mereka,” tutupnya.
Baca Juga : Strategi Empat Paslon Atasi Dampak Perubahan Iklim di Kota Makassar
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

