HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse atau RMS meminta wejangan atau saran dalam mengusung calon dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Pilkada di Sulawesi Selatan (Sulsel) kepada para akademisi Sulsel.
Hal tersebut disampaikan RMS dalam dialog “NasDem Mendengar”, yang digelar di Kantor DPW NasDem Sulsel, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Senin (15/4/2024) malam.
Dalam acara ini mengahdirkan beberapa guru besar yang juga merupakan pengamat politik universitas ternama di Makassar, di antaranya Prof Dr Firdaus Muhammad dari UIN Alauddin Makassar, Andi Luhur Priyanto Unismuh dan Andi Ali Armunanto pengamat politik Unhas.
Baca Juga : IKA Unhas Peduli: Andi Amran Sulaiman Donasikan Rp1 Miliar dari Dana Pribadi untuk Anak Yatim
RMS mengatakan, setelah sukses dengan NasDem Peduli, kali ini hadir program NasDem Mendengar. Acara “NasDem Mendengar” merupakan gerakan baru NasDem sebagai partai politik modern,
“Artinya, dialog ini akan terus berlanjut, kita akan mulai merumuskan, apa akan dilakukan sebulan sekali, seminggu sekali atau dua minggu sekali,” ujarnya.
RMS menyebut, hadirnya acara “NasDem Mendengar” juga untuk mengimbangi kerja partai.
Baca Juga : SAPU Digital Award, Upaya Alumni Dorong Tata Kelola Informasi Digital BEM Fakultas se-Unhas
“Kita di NasDem Sulsel memulai gaya baru, yakni NasDem Mendengar. Kenapa ini dilakukan, karena kami semua hanya pekerja lapangan, maka kami butuh saran orang pintar terutama akademisi atau pun pengamat, kami semua butuh wejangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, NasDem sebagai pemenang Pemilu 2024 tak ingin jumawa dan terlena dengan kemenangan tersebut, masih ada agenda politik terdekat yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Inilah gunanya program NasDem Mendengar, kami semua ini ingin mendengar meski semua tahu bahwa kita jagoan di lapangan, tetapi kita ingin memadukan antara aksi di lapangan dan masukan akademisi,” jelas eks Bupati Sidrap dua periode itu.
Baca Juga : Menyeimbangkan Revolusi Digital dan Budaya Lokal, BEM FISIP UNISMUH Makassar Gelar Seminar Keperempuanan
“Artinya meski NasDem memenangkan Pileg, kami tetap membuka diri terhadap kritik maupun saran yang bisa jadi bahan bagi pihaknya untuk tepat memutuskan calon usungan di Pilkada mendatang,” lanjut Anggota DPR RI asal Sulsel ini.
NasDem kata RMS punya tanggung jawab moral dan tidak ingin tergesa-gesa dalam penentuan usungan di Pilkada.
“NasDem tidak ingin salah mengusung orang di Pilkada yang akan datang, maka “NasDem Mendengar” ini kita laksanakan. Kalau hanya kepentingan tertentu, saya tidak mau, kita juga mau mengutamakan keinginan masyarakat, seperti apa pemimpin yang diinginkan,” katanya.
(NURSINTA)
Baca Juga : Muktamar IKA Unismuh Makassar Tetapkan Prof Andis sebagai Ketua Periode 2025–2030
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
