HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pengamat Komunikasi Politik Universitas Hasanuddin Hasrullah, menilai 60 persen pemilih Indonesia khususnya Sulawesi Selatan (Sulsel) masih berpikir pragmatis.
Hal tersebut diungkap Hasrullah saat menjadi pemateri di Talkshow Pemilu, di cafe Plazgozz, kota Makassar, Selasa (6/2/2024).
Baca Juga : PII Sulsel Gelar Seminar Keinsinyuran dan Muswil, Prof. JJ Kembali Menahkodai PII Wilayah Sulawesi Selatan
Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan antara sumbangan dan money politik alias politik uang.
“Dan itu biasanya didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah atau tidak tamat sekolah dasar (SD), dan mereka itulah yang masuk kelompok pemilih pragmatis,” ungkapnya.
Karena kondisi tersebut, maka tim dan peserta pemilu, ada yang menyumbang kebutuhan pokok, seperti beras, gula dan minyak goreng.
Baca Juga : Parlemen Pusat LeDHaK UNHAS 2025 Tetapkan A.M. Randy Sheky sebagai Ketua Umum 2026
“Karena memang mereka mau belanja juga, sehingga jadi pragmatis. Itu juga terjadi karena pendidikan poitik dan demokrasi yang masik minim,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Hasrullah menegaskan, pemilih yang pragmatis ini bisa mengakibatkan partisipasi jumlah pemilih menurun.
“Mereka menerima semua sumbangan dari caleg, tim capres dan lainnya, dan akhirnya saat masuk ke bilik suara, semua dicoblos,” ujarnya.
Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Sosok Kepala BPOM Taruna Ikrar
Sementara itu, Komisioner KPU Sulsel dari Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Hasruddin Husain mengatakan, untuk Pemilu 2024 ini, KPU Sulsel menargetkan partisipasi pemilih mencapai angka 80 persen.
Hasruddin juga optimistis bisa mencapai angka terebut, lantaran telah banyak cara sosialisasi yang dilakukan KPU untuk menggaet pemilih, khususnya pemula dan milenial yang jumlahnya banyak.
“Ya tentu kami sudah berkoordinasi dan punya pola pendekatan tersendiri pada pmilu, dan itu sudah terintegrasi juga dengan KPU pusat,” tutupnya.
Baca Juga : Aksi Sosial IKA Arsitektur Unhas, Bagikan Ratusan Makanan ke Pengendara
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

